BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Densus 88 Bekuk Dua dari Enam Terduga Teroris di Sukabumi

×

Densus 88 Bekuk Dua dari Enam Terduga Teroris di Sukabumi

Sebarkan artikel ini

“Saat itu, saya sedang diam di rumah, tiba-tiba sekira pukul 07.30 WIB datang Pak Polisi dan meminta izin akan melakukan penggeledahan di kontrakan. Setelah itu, saya disuruh ikut untuk menyaksikan,” katanya.

Dirinya merasa tidak percaya, kontrakan yang biasa digunakan untuk tempat tinggal para buruh pabrik ini, tiba-tiba digeledah oleh petugas. Lantaran, diduga jadi tempat persinggahan teroris. “Kontrakan ini, sudah disewa oleh Bagus sejak awal januari 2018 lalu. Ia mengaku kepada saya dari Jakarta dan sengaja datang ke sini dengan alasan hendak melamar kerja di PT GSI 1 Cikembar,” paparnya.

Bank bjb Tandamata

Seorang tokoh masyarakat, Burhan (46) warga Kampung Sampora, RT 3/6, Desa Bojong Raharja, Kecamatan Cikembar mengatakan, warga Kampung Sampora merasa tidak percaya, bahwa Bagus yang merupakan soerang terduga teroris yang meninggal saat disergap petugas di kawasan Terminal Pasirhayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur itu, tinggal di kontrakan tersebut.

“Bagus ini tinggal disininya sebenarnya sendirian. Tetapi tidak tahu kenapa, saat digeledah Pak Polisi ada seorang wanita bercadar. Kalau tahu dari awal, warga pasti akan mengusirnya,” bebernya.

Menurut Burhan, semasa hidupnya Bagus kesehariannya merupakan orang yang rajin dalam beribadah. Bahkan, sehari-harinya ia selalu menggunakan pakaian gamis hitam dan calana pangsit. “Saya belum pernah ngobrol sama dia. Orangnya pendiam. Padahal rumah saya hanya berjarak sekitar 40 meter dengan lokasi kontrakan ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Rizky Idris (23) warga Dayeuh Luhur, Keluruahan/Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, mengatakan, pihaknya merasa kaget bukan kepalang saat melihat kontrakan Bagus telah digeledah oleh polisi. Dirinya mengaku, terkahir melihat Bagus pada Sabtu (12/5) malam dengan seorang diri keluar dari kontrakan membawa motor matic.