SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, mengatakan delapan kecamatan di daerah Kabupaten Sukabumi rawan terdampak tsunami ketika gempa bumi 8,7 magnitudo melanda pantai selatan.
“Belum lama ini kami baru mendapatkan peta wilayah potensi terdampak tsunami dari Badan Informasi Geospasial Bogor di mana dalam peta tersebut menyebutkan ada delapan kecamatan yang rawan terdampak tsunami,”kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi
Adapun delapan kecamatan tersebut meliputi Cisolok, Cikakak, Ciemas, Ciracap, Palabuhanratu, Simpenan, dan Tegalbuleud. Dengan adanya pemetaan menjadi salah satu upaya mitigasi bencana jika terjadi tsunami, meski pihaknya berharap bencana ini tidak pernah terjadi.
Selain itu, papar dia, masyarakat bisa lebih waspada bagaimana cara selamat dari bencana dan mengurangi dampaknya. Sementara Pemkab saat ini terus membenahi, memperbaiki sarana, prasarana seperti jalur evakuasi dan memastikan keberadaan “tsunami early warning system” (TEWS) atau alat peringatan dini tsunami benar-benar berfungsi baik dan terawat secara rutin.
Ditempat terpisah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat tiga kecamatan di wilayah selatan berpotensi terdampak tsunami dengan ketinggian air setinggi 18-26 meter ketika gempa bumi 8,7 magnitudo melanda pantai selatan Cianjur.
Kepala Pelaksana BPBD Cianjur Asep Kusmana Wijaya di Cianjur Jumat, mengatakan meski berpotensi namun pihaknya mengimbau warga di pesisir selatan agar tidak panik dan tetap waspada segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadinya bencana.
“Berdasarkan peta bahaya tsunami yang diperoleh dari BMKG terdapat tiga wilayah yang berpotensi terdampak bencana tsunami, Kecamatan Cidaun, Sindangbarang dan Agrabinta dimana terdapat 18 desa, sehingga warga diminta untuk waspada,” katanya.






