Bahkan pihaknya sudah menempatkan sekitar 90 orang Relawan Tangguh Bencana (Retana) di sepanjang pesisir pantai selatan untuk melakukan pengawasan, pelaporan dan tindakan cepat dengan mengevakuasi warga ketika melihat tanda alam akan terjadinya bencana alam tsunami.
Potensi bencana tsunami diprediksi apabila gempa bumi berkekuatan 8,7 magnitudo terjadi di laut selatan Cianjur, dengan dampak luas dapat merusak seluruh pantai dan perkampungan warga, namun sejak jauh hari pihaknya sudah melakukan berbagai upaya.
“Termasuk memberikan pelatihan dan kesiap siaga-an pada warga di sepanjang pesisir selatan terkait antisipasi dan penanganan cepat ketika terjadi bencana termasuk melakukan evakuasi melalui jalur yang sudah dipasang di setiap kecamatan,” katanya.
Sejak beberapa tahun terakhir, tambah dia, pemerintah daerah melalui BPBD Cianjur, telah memasang rambu atau jalur evakuasi di sejumlah titik terutama sepanjang bibir pantai selatan yang membentang di tiga kecamatan.
Bahkan simulasi bencana alam tsunami di ketiga wilayah tersebut kerap dilakukan sebagai upaya antisipasi dan bentuk kesiapan warga menghindari bencana alam, meski pihaknya berharap bencana alam termasuk tsunami tidak pernah terjadi. “Namun ketika hal tidak diinginkan terjadi minimal warga sudah siap untuk melakukan langkah termasuk mengungsi ke tempat yang dinilai aman dari jangkauan tsunami,” katanya.(*)






