“Kami berusaha mengobatinya dengan obat-obatan tradisional, tapi tak berhasil juga. Akhirnya kami putuskan untuk membawanya ke Puskesmas Warungkiara supaya mendapatkan penanganan medis,” akunya.
Menurut Denis, awalnya keluarga Nurojak mengira anaknya itu meninggal akibat tersambar petir. Tetapi setelah diperiksa ke Puskesmas Warungkiara, tidak ada tanda-tanda disambar petir.
Petugas medis Puskesmas Warungkiara, Temi mengatakan, korban tiba di Puskesmas sudah dalam keadaan meninggal. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukannya, di tubuh korban memang tidak ditemukan luka akibat sambaran petir.
“Diduga kuat penyebabnya karena korban terserang jantung. Mungkin karena kaget,” timpalnya.
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga korban, memang selama ini korban memiliki riwayat penyakit jantung. Sehingga saat petir menggelegar secara tiba-tiba, penyakitnya langsung kambuh. “Korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan,” pungkasnya. (cr13/t)





