Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat M Iriawan meminta agar proses percepatan pembangunan bandara di Desa Cikembar Kabupaten Sukabumi bisa secepatnya dilakukan. Hal itu agar memudahkan akses wisatawan menuju Geopark Ciletuh Palabuhanratu. “Lokasi bandara Cikembar berjarak sekitar 57 km dari Palabuhanratu ke Geopark Ciletuh. Sehingga, memudahlan akses wisatawan,” kata Iriawan.
Berdasarkan hasil paninjauan sementara, infrastruktur jalan menuju Geopark Ciletuh Palabuhanratu sudah cukup baik sehingga bisa dilalui oleh para wisatawan baik domestik maupun manca negara. “Dulu ketika menjabat Kapolda Jabar, saya meminta agar akses jalan ke Ciletuh diperbaiki. Alhamdulillah sekarang sudah cukup bagus,” ungkapnya.
Iriawan menilai, pesona alam Geopark Ciletuh Palabuhanratu sangat indah sehingga menarik minat para wisatawan bahkan para investor untuk menanamkan modalnya di kawasan wisata tersebut. Untuk itu, dibutuhkan infrastruktur yang memadai sehingga mampu meningkatkam taraf perekonomian masyarakat setempat. “Ini kelihatan peninggalan zaman purbakalanya, sehingga pesona alam Geopark sangat indah. Keanekaragaman hayatinya juga indah sekali,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Transportasi Udara Dishub Provinsi Jawa Barat, Nining Yuliastiani mengatakan, proses pembebasan lahan untuk pembangunan Bandara Sukabumi masih dalam proses revisi. Direncanakan, pembebasan lahan tersebut akan dilakukan secara bertahap. “Untuk anggaran pembangunan bandara akan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui sharing anggaran.
Sementara untuk proses pembebasan lahan, akan dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi melalui BPN dan kantor pertanahan. Jadi tahun ini, kita akan melakukan pembebasan lahan secara bertahap,” jelas Nining.





