“Iya, teman almarhumah ini baik kepada Sharido maupun kepada almarhumah. Bahkan, saat kita bertemu dengan mereka, teman almarhumah itu tidak menutut banyak, hanya saja teman almarhum meminta uang setengah saja untuk proses pemakaman alamarhum di Bangka Belitung,” imbuhnya.
Setelah menjalin koordinasi dengan pemerintah di Bangka Belitung, ujar Yusuf, pemerintah Bangka Belitung meminta kepada Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi untuk mempersiapkan kepulangan bocah tersebut.
Setelah mendapatkan kabar itu, ia bersama keluarga neneknya langsung menjemput kepulangan bocah itu di Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.
“Sharido di pulangkan dari Bangka Belitung oleh pemerintah disana dengan menggunakan pesawat terbang dan turun Bandara Soekarno Hatta.
Setelah itu mereka langsung di bawa ke Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (13/10). Nah kita bersama keluarganya langsung menjemput dia di Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.
Bahkan ibu angkatnya atau teman almarhumah ikut ke sini. Jadi saat di Bangka Belitung anak ini, tidak terlantar. Hanya saja anak ini, ingin pulang ke Sukabumi untuk bertemu dengan neneknya,” pungkasnya. (den/d)






