Saat itu, almaruhuman merupakan seorang janda. Setelah itu, almarhumah berangkat ke Bangka Belitung seorang diri dan bertemu dengan seorang pria asal Bali sehingga menikah di Bangka Belitung.
“Almarhumah menikah dengan Mangun pria asal Bali dan dikaruniai seorang anak yang bernama Sharido. Korban berangkat dan kerja disana lebih dari tujuh tahun. Iya, almarhumah sempat pulang ke Sukabumi untuk bertemu keluarganya sekitar tiga tahun silam,” paparnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, almarhumah telah menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (9/10) pagi. Karena ia memiliki riwayat penyakit lambung kronis dan sering mengalami pusing dikepala.
“Iya, kalau sakitnya tidak lama, paling juga satu minggu. Waktu almarhumah sakit, temannya di Bangka Belitung telah memberitahukan kepada keluarganya di Sukabumi. Iya, katanya apakah mau dibawa pulang ke Sukabumi apa mau di rawat Bangka Belitung.
Otomatis, saat keluarganya mendengar kabar tersebut, mereka ingin anaknya itu di bawa pulang Sukabumi. Namun, karena terkendala biaya maka saya sebagai tokoh pemuda di Kampung Inggris memberikan ide bagaimana caranya supaya ibu dan anaknya itu bisa pulang ke Sukabumi,” bebernya.
Saat mendengar kabar almarhumah meninggal dunia, ujar Alamsyah, ia bersama pihak keluarganya telah menghubungi berulang kali kepada suaminya almarhumah melalui telepon selulernya. Namun, ironisnya hingga saat ini tidak pernah menjawab.
“Iya, suaminya itu kabur. Saya sudah telepon suami almarhumah ini beberapa kali, tapi tidak tersambung,” timpalnya.






