Kemarin, hujan memang tidak turun terus-menerus. Namun, petugas memutuskan menghentikan pencarian setiap kali hujan deras mengguyur. Itu harus dilakukan guna mengantisipasi potensi ancaman longsor yang masih mungkin terjadi. ”Di mana ancaman longsor masih ada,” tambahnya.
Selain menjadi kendala, itu juga merupakan tantangan bagi petugas di lapangan. Untuk itu, Willem berharap besar mereka mampu mengantasi tantangan tersebut. Dia menekankan agar pencarian korban yang masih tertimbun longsoran tidak membahayakan petugas. ”Sehingga kami harus dapat menjamin apabila ada longsor susulan tidak akan menimbulkan korban,” bebernya.
Mantan Komandan Lantamal VIII Manado itu pun menjelaskan, antisipasi longsor susulan dilaksanakan dengan memperketat akses masuk area pencarian. Hanya petugas yang boleh masuk area tersebut. ”Jadi, petugas dari TNI, dari Polri, dari Basarnas dari pemda itu sudah menetapkan dengan memasang police line,” jelasnya. Disamping itu, petugas yang tengah bekerja juga diminta untuk selalu waspada.
Guna mempercepat pencarian, Willem menuturkan, bakal menambah alat berat. Berdasar pantauan di lapangan, kemarin hanya dua alat berat yang bekerja. ”Kalau saya lihat situasi seperti itu, paling tidak harus ada enam (alat berat),” imbuhnya. Kekurangan alat berat tersebut bakal ditutup oleh Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta pemda setempat.
Menurut Willem, dua alat berat sedang dalam perjalanan untuk dikirim ke lokasi kejadian. Meski begitu, operasional alat berat harus ekstra hati-hati. Sehingga tidak sampai menyebabkan jenazah korban yang masih tertimbun longsoran rusak. Prada Muhammad Baedowi yang bertugas mencari korban menyampaikan bahwa ada beberapa jenazah yang tertimbun longsoran sedalam lima meter. ”Itu ngangkatnya dibantu alat berat,” ucap dia.
Lokasi kejadian memang cukup jauh dari pusat kota Kabupaten Sukabumi. Letaknya juga berada di antara bukit dan tebing terjal. Tidak heran ada usulan untuk merelokasi masyarakat dari kampung tersebut ke tempat lain. Sebab, lokasi itu dinilai sudah tidak aman untuk dijadikan pemukiman. Tentu usulan tersebut juga mempertimbangkan analisis dari lembaga kompeten seperti Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).






