Setelah para korban mendapatkan vaksinasi anti rabies, pihak puskesmas juga telah melakukan sosialisasi kepada warga.
“Saat kami berkunjung ke rumah para korban, kami menghimbau agar mereka harus mendapatkan tiga kali suntiukan VAR dari Puskesmas Cijangkar. Jadi, VAR sekarang ini merupakan hari pertama.
Setelah itu, pada hari ke-7 dan hari ke-21, para korban harus kembali disuntik VAR. Hal ini, harus dilakukan untuk mencegah terkait dugaan penyebaran virus rabies,” tandasnya.
Menurutnya, selama 2017 hingga Januari 2018, kasus gigitan anjing liar yang menerkam hingga menggigit warga sudah tiga kali terjadi. Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar segera melaporkan jika terjadi peristiwa tersebut di wilayahnya masing-masing.
“Tiga kasus ini, kali pertama terjadi di Desa Wangunreja. Sementara di Desa Cijangkar, sudah dua kali terjadi. Saya mohon peran serta masyarakat agar aktif dalam melaporkan setiap kejadian yang berhubungan langusng dengan kesehatan,” bebernya.
Terpisah, Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi, Irwan Karmawan mengatakan, dalam menyikapi kasus gigitan anjing liar itu, pihaknya sudah mengintruksikan petugasnya untuk segera melakukan investigasi kelapangan.
“Anjing liar yang menggigit empat warga di Desa Cijangkar itu, merupakan hewan peliharaan salah seorang warga Kampung Lembursewa, RT 4/5, Desa Cijangkar,” katanya.
Berdasarkan ivestigasi Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Peternakan wilayah V, anjing liar yang diduga pengidap virus rabies ini, telah mati diamuk massa. Sebelumnya, anjing ini telah menggigit betis kaki Pak Sahroni di Kampung Lembursewa, RT 4/5, Desa Cijangkar, saat hendak menjemput istrinya dari pasar pada Senin (15/1) sekira pukul 10.30 WIB. Setelah itu, anjing tersebut langsung diburu dan berhasil ditangkap oleh pemiliknya dan dibantu oleh warga sekitar sekira pukul 13.00 WIB.
“Namun, sekira pukul 14.00 WIB, anjing yang sudah diikat dirumah pemiliknya itu, ternyata lepas lagi dan tidak tahu lari kemana. Ternyata, hewan tersebut kembali menyerang tiga orang warga. Saat petugas kelokasi, anjing itu sudah dalam keadaan mati karena di amuk oleh massa.
Untuk itu, kami menggali kuburan anjing tersebut dan memotong kepalanya untuk dijadikan sample dan dilakukan penelitian lebih lanjut di laboratorium Bogor. Hal ini untuk memastikan apakah hewan tersebut positif rabies atau tidak,” pungkasnya. (cr13/e)





