“Jadi, itu untuk progres pengerjaannya sudah mulai tender dari Dinas Perkim. Insya Allah, kita kan mungkin sesuaikan keuangannya tahun sekarang. Sebenarnya, untuk target tahun kemarin adalah Rp5 Miliyar,” timpalnya.
“Jadi, dulunya disangka kan uang kita ada. Tapi kan hari ini uang kita menyusut, apalagi menjelang Pilkada, biaya Pilkada kan mahal ya, oleh karena itu kita tetap saja akan diterapkan disini sebagian dulu . Kita memenuhi kebutuhan yang wajib,” pungkasnya. (den/d)






