ADD Bakal Naik Lagi, Demi Tutupi Gaji Perangkat Desa

SUKABUMI – Rencana kenaikan gaji perangkat desa satu sisi memang menjadi kabar baik. Tapi disisi lain, hal itu membuat dilema bagi setiap desa. Pasalnya, mereka masih bingung mengalokasikan sumber anggaran untuk menggaji para perangkat desa sesuai yang diharapkan pemerintah. Apalagi menurut informasi, gaji tersebut bakal dibebankan kepada desa masing-masing.

Kepala Desa (Kades) Bambayang, Kecamatan Tegalbuled, Kabupaten Sukabumi, Asep Priatna mengaku masih kebingungan merealisasikan rencana tersebut. Pasalnya selama ini, anggaran yang bersumber baik dari Dana Desa (DD) maupun Anggaran Dana Desa (ADD) difokuskan kepada pembangunan.

Bacaan Lainnya

“Wilayah kami merupakan salah satu daerah terpencil di Kabupaten Sukabumi. Sehingga, fokus anggaran yang selama ini kami terima hampir 80 persen untuk pembangunan,” bebernya kepada Radar Sukabumi, kemarin (20/1).

Karena, sejauh ini perhatian pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur pun menurut Pedro sapaan akrab Asep Priatna, masih belum maksimal. Kalaupun ternyata rencana kenaikan gaji perangkat desa itu direalisasikan, di satu sisi dirinya merasa senang. Karena, dengan peningkatan penghasilan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja dan kualitas SDM perangkat desa.

“Tapi kalau harus dibebankan terhadap anggaran desa, kami rasa itu cukup berat. Kecuali, pemerintah pusat membuat regulasi untuk penambahan pos anggaran yang dikhususkan menutupi beban pengeluaran gaji bagi perangkat desa,” harapnya.

Sementara itu, skema perubahan regulasi atas rencana kenaikan gaji perangkat desa belum diputuskan. Pemerintah masih fokus menuntaskan revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 47 tahun 2015 tentang desa yang akan menjadi dasar hukum dan pedoman teknisnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *