4 Motor Pelaku Balapan Liar di Kota Sukabumi Diamankan Polisi

Balapan Liar Kota Sukabumi
DIAMANKAN: Sejumlah personel Polres Sukabumi Kota saat mengamankan kendaraan bermotor di Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Selasa (9/8). (Foto : ist)

SUKABUMI — Polres Sukabumi Kota, menyita empat unit sepeda motor yang diduga hendak digunakan untuk balapan liar di Jalur Lingkar Selatan.

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Iptu Astuti Setyaningsih mengatakan, empat unit sepeda motor tersebut terpaksa diamankan petugas usai pengendara yang diduga hendak lakukan aksi balap liar tidak bisa memperlihatkan kelengkapan surat kendaraan.

Bacaan Lainnya

“Kejadian berawal, saat personel gabungan lakukan patroli ke wilayah Jalan Lingkar Selatan Sukabumi, mendapat laporan dari masyarakat mengenai aksi balap liar,” kata Astuti kepada Radar Sukabumi, Selasa (9/8).

Saat tiba di lokasi, petugas gabungan yang melaksanakan KRYD melihat sekelompok pengendara tengah nongkrong di kawasan Terminal Sukabumi. Sehingga, petugas gabungan langsung melakukan pemeriksaan terhadap para pengendara tersebut.

“Petugas melakukan tindakan terhadap pelanggaran lalu lintas dengan mengamankan sebuah STNK dan empat unit sepeda motor karena pengendara tersebut tidak bisa memperlihatkan surat maupun bukti kepemilikan,” jelasnya.

Balap Liar Kota Sukabumi
Sejumlah personel Polres Sukabumi Kota saat mengamankan kendaraan bermotor di Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Selasa (9/8). (Foto : ist)

Menurutnya, penindakan tersebut sifatnya sementara karena para pengendara yang diamankan sepeda motornya masih bisa menukarkan barang bukti dengan membawa STNK di Satlantas Polres Sukabumi Kota.

“Kalau pengendara bisa menujukan STNK nya kendaraan sudah bisa langsung diambil,” bebernya.

Astuti menambahkan, KRYD merupakan salah satu kegiatan preventif kepolisian yang rutin dilaksanakan di Jajaran Polres Sukabumi Kota untuk mencegah terjadinya gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

“Petugas setiap malap melakukan penyisiran disetiap daerah yang dianggap rawan terjadi gangguan Kamtibmas,” pungkasnya. (bam/d)

Pos terkait