“Kalau testing wawancara itu saya ikut juga, kalau engak salah di GWK Jalur. Setelah lulus, kemudian korban itu Video Call saat tes bahasa Inggrisnya. Bahkan saya juga ikut mendampingi saat tes Bahasa itu, “terangnya.
Menurutnya, disana korban bekerja sebagai operator forex aplikasi Trading. Dirinya juga sudah memberitahu korban jangan berangkat jika tidak legal. “Jadi saya juga mengetahui bahwa korban itu tidak terdaftar atau berangkat melalui Imigrasi, visa yang digunakan korban atas nama orang lain. Korban sempat minta tolong minta segera dipulangkan, karena disana merupakan Zona perang, “tutupnya.(*/hnd)






