“Jadi memang, kalau dilihat kondisinya juga sangat sulit untuk menemukannya. Makanya tadi, semua pihak melakukan musyawarah dan disepakati untuk tidak lagi melakukan pencarian,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang perangkat Desa Giri Jaya, Kecamatan Nagrak, Nendi mengatakan, sebelum longsor terjadi, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayahnya. Sehingga debit air Sungai Cimanggu meluap dan menerjang pemukiman warga.
“Setelah air merangsak masuk ke pemukiman warga, bukit yang di atasnya ada TPU amblas dan menimbun hekataran sawah warga,” timpalnmya.
Soal kerugian, Nendi mengaku tengah memverifikasi bersama pemerintah kecamatan dan juga BPBD Kabupaten Sukabumi. Namun dilihat dari kondisi kerusakan, kerugian diperkirakan mencapai nilai yang cukup fantastis. “Belum diketahui, masih dilakukan perhitngan,” akunya.
Soal empat mayat yang berhasil ditemukan, setelah dievakuasi petugas gabungan, semua langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk kembali dikebumikam. Sementara mngantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, lokasi longsor saat ini telah dipasang garis polisi.
“Kami terus menghimbau warga supaya berhati-hati, mengingat saat ini hujan masih turun dengan intensitas tinggi,” pungkasnya. (Den/d)






