Sementara itu, Anggota DPR RI Ribka Tjiptaning mengatakan, pihaknya mengaku akan mendorong bantuan agar seluruh warga yang belum teraliri listrik di wilayah tersebut agar dapat teraliri listrik sebagaimana mestinya.
“Kemarin itu, sebetulnya saya dapat data ada sekitar 400 rumah yang belum teraliri listrik di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Gak tahu bagaimana, kok kata temen-temen dari Kementrian ESDM itu, cuman 160. Nah, divalidasi lagi akhirnya ada 122. Tapi, untuk di Desa Sasagaran ini, ada 200 rumah yang teraliri listrik. Nanti, saya akan evaluasi lagi tim ini,” katanya.
Menurutnya, tidak sinkronisasi data tersebut, dimungkinkan terjadi karena double pendataan pada kartu keluarga atau dilihat dari prioritas keluarga yang tidak mampu. “Pada 2023 nanti, kita bisa dapat 800 bantuan pemasangan kWh, pasti di desa ini juga akan tercover,” bebernya.
Meski demikian, perempuan legislator asal Senayan ini tetap akan berkomitmen agar masyarakat pra sejahtera yang berada di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi dapat menikmati listrik secara gratis.
“Nanti, kita pikirkan caranya seperti Rp1 juta lebih untuk buat kWh. Nanti, dikasih tokennya selanjutnya sesuai dengan kemampuan mereka,” pungkasnya. (Den)






