Perubahan persentase anggota rumah tangga yang menggunakan HP ataupun komputer juga persentase anggota rumah tangga yang mengakses internet dalam tiga tahun terakhir ini tidak lain merupakan dampak dari adaptasi untuk menggantikan kegiatan yang semula dilakukan tatap muka, beralih dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi menjadi virtual.
Bahkan dikala kondisi pandemi Covid-19 membaik pun, berbagai kegiatan masih bisa dilakukan daring ataupun hybrid karena berbagai alasan, salah satunya adalah tidak lagi terkendala jarak.
Kegiatan belajar mengajar, aktivitas perkantoran, kegiatan keagamaan, aktivitas perbankan juga pelayanan publik lainnya hingga kegiatan hiburan dan konser musik pun dapat tetap terlaksana secara virtual dengan memanfaatkan berbagai aplikasi yang terhubung dengan internet. Pemanfaatan teknologi ini tidak berhenti meski pandemi Covid-19 sudah mereda.
Dengan berbagai keterbatasan yang ada, seperti infrastruktur yang belum merata, juga tingkat pengetahuan dan ekonomi yang berbeda, tidak dipungkiri bahwa keberadaan teknologi informasi ini cukup membantu mempermudah kelancaran berbagai aktivitas sehari-hari, terutama semenjak pandemi COVID-19 ini melanda.
Metode hybrid sangat membantu warga Sukabumi berbagai kegiatan lebih maksimal dikala tidak semua kegiatan bisa beralih menjadi virtual, namun juga dengan pemanfaatan teknologi informasi dapat menjadi pilihan ketika kegiatan tatap muka tidak dapat dilakukan.(hnd)




