JAKARTA – Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) terus memberikan jasa keuangan berbasis teknologi kepada masyarakat. Terutama bagi mereka yang kesulitan mengakses lembaga keuangan konvensional.
Bentuk edukasi itu dengan menggelar “Indonesia Fintech Fair 2018” di Mal Taman Anggrek sejak Kamis (13/7) hingga Minggu (15/7). Pameran itu melibatkan puluhan perusahaan fintech yang jumlahnya semakin berkembang. Salah satu fintech yang ikut terlibat yakni TunaiKita.
“Teknologi finansial atau tekfin telah memberikan peluang yang lebih besar bagi publik dalam mengakses institusi keuangan di Indonesia,” kata Direktur Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Ajisatria Suleiman dalam keterangan persnya, akhir pekan kemarin.
Dia menyebut, meskipun industri fintech makin ramai dengan banyaknya perusahaan fintech yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tapi belum banyak warga Indonesia yang memahami keuntungan yang ditawarkan lembaga jasa keuangan tersebut.
Di tempat yang sama, CEO WeCash Asia Pasifik James Chan menambahkan, TunaiKita turut bangga dilibatkan dalam pameran fintech ini. Berharap masyarakat pengunjung melek fintech sekaligus tahu lebih banyak tentang jasa yang ditawarkan.
James Chan menerangkan, TunaiKita memanfaatkan teknologi untuk membuka akses kredit bagi “missing middle” atau lapisan tengah kelas perusahaan yang hilang.





