CIKOLE – Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi terus mengintensifkan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kegiatan monitoring dan penggalian potensi wajib pajak. Langkah ini menjadi strategi penting pemerintah daerah untuk memperluas basis pajak, meningkatkan kepatuhan, sekaligus memastikan optimalisasi penerimaan daerah demi pembangunan dan pelayanan publik yang lebih berkualitas.
Monitoring dilakukan dengan kunjungan langsung ke sejumlah wajib pajak. Selain menggali potensi penerimaan, tim BPKPD juga memberikan pembinaan, berdiskusi mengenai kewajiban perpajakan daerah, serta menyampaikan informasi terkait sistem digitalisasi layanan perpajakan yang telah diterapkan.
Kepala BPKPD Kota Sukabumi, Sandra Utama Teguh, menegaskan pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penerimaan, tetapi juga membangun hubungan yang lebih baik antara pemerintah dengan pelaku usaha dan masyarakat. “Monitoring dan penggalian potensi wajib pajak merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kepatuhan sekaligus memperluas basis penerimaan daerah. Kami mengedepankan pembinaan dan komunikasi agar wajib pajak memahami hak dan kewajibannya serta memanfaatkan sistem digital yang disediakan pemerintah,” ujarnya.
Sandra menambahkan, transformasi digital dalam pelayanan perpajakan menjadi upaya menciptakan layanan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan akuntabel. “Dengan sistem yang semakin modern, wajib pajak diharapkan dapat memenuhi kewajibannya secara lebih efektif sehingga tingkat kepatuhan terus meningkat dari tahun ke tahun,” jelasnya.





