JAKARTA – Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menegaskan bahwa dinamika yang berkembang antara Polri, Kejaksaan Agung (Kejagung), dan TNI tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, setiap gesekan antarlembaga penegak hukum dan pertahanan hanya akan menguntungkan pihak-pihak yang berupaya menghindari proses hukum, terutama pelaku korupsi.
“Institusi negara jangan mau dibenturkan dan diadu domba. Musuh bersama adalah korupsi, bukan sesama aparat negara,” kata Amir, Sabtu (11/7).
Amir menekankan bahwa Polri, Kejagung, dan TNI merupakan tiga institusi strategis dengan fungsi berbeda namun saling melengkapi dalam menjaga stabilitas nasional. Dalam perspektif intelijen, konflik antarlembaga harus dibaca lebih luas daripada sekadar ego sektoral. Gesekan yang dipertontonkan ke publik berpotensi dimanfaatkan oleh jaringan korupsi yang merasa terancam oleh agenda pemberantasan.





