NASIONAL

Boikot Produk Israel Kembali Bergema di Kantor MUI Pusat

×

Boikot Produk Israel Kembali Bergema di Kantor MUI Pusat

Sebarkan artikel ini
puluhan pengunjuk rasa di depan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/2).
puluhan pengunjuk rasa di depan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/2).

JAKARTA —  ‘Boikot Produk Israel! Hentikan Penjajahan atas Palestina!’ bunyi seruan puluhan pengunjuk rasa di depan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/2). Mereka juga membentangkan spanduk penolakan dan membakar sejumlah gambar produk-produk makanan dan minuman yang terafiliasi dengan Israel.

Unjuk rasa itu digelar Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI), Gerakan Kebangkitan Produk Nasional (Pronas) dan sejumlah relawan pendukung Calon Presiden. Mereka mendesak MUI untuk menegaskan kembali Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan Perjuangan Palestina. Tuntutan itu demi menguatkan kembali fatwa dan mencegah kebingungan di masyarakat tentang boikot penggunaan produk terafiliasi Israel.

Bank bjb Tandamata

“Masyarakat masih bimbang karena saat ini produk terafiliasi Israel ini masih gencar muncul di iklan-iklan dengan klaim produk mereka 100 persen murni Indonesia. Makanya, ini yang kami minta agar MUI menegaskan kembali fatwa terkait aksi boikot produk Israel. Sehingga moral masyarakat makin dikuatkan untuk boikot produk ini,” ungkap Ketua Gerbang Pronas Fuad Adnan kepada awak media di sela-sela aksi unjuk rasa damai.

Fuad melanjutkan, desakan itu tidak hanya ke MUI. Tepat dengan momentum Pemilu Capres tahun ini, Pronas dan YKMI sepakat akan terus meminta komitmen para ketiga pasangan capres yang maju, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

“Kami ingin melihat komitmen para capres. Seperti apa mereka terhadap perjuangan Palestina, bagaimana komitmen mereka juga terhadap Israel, termasuk lewat boikot produk yang terafiliasi,” tegas Fuad.

Ketua Relawan Muda Bersuara (pendukung duet capres Anies-Muhaimin/AMIN) Zulkifli menduga adanya upaya manipulatif atau penipuan sejumlah produk terafiliasi Israel melalui iklan yang muncul di televisi maupun media massa lainnya. Konten itu mengaku produk yang dibuat asli Indonesia dan tak ada keterkaitan dengan Israel.

Adapun beberapa produk tersebut di antaranya Aqua, McDonald’s, Starbucks, dan lainnya. Zulkifli menuding promosi manipulatif itu sebagai upaya penipuan kepada konsumen Indonesia, terutama kaum Muslim.

“Belakangan iklan-iklan itu muncul massif. Mungkin karena merugi, banyak yang akhirnya mengaku-ngaku sebagai produk lokal 100 persen murni milik Indonesia. Padahal jelas sekali kalau mereka perusahaan asing yang sahamnya dimiliki pendukung Israel. Mereka juga secara terang-terangan mendukung kejahatan Israel atas Palestina. Ini kan penipuan publik,” kecamnya.

Sebagai aksi nyata, Zulkifli menegaskan relawan AMIN sudah gencar untuk mengampanyekan dan mengganti produk minuman milik Danone ke produk minuman lokal. Setiap ada kegiatan relawan didorong untuk beralih ke produk lokal yang tidak terafiliasi dengan Israel.

Beralih Produk Lokal

Aksi ini merupakan bagian tindak lanjut YKMI dan Pronas usai menggelar dialog publik di Jakarta Selatan, Jumat lalu. Diskusi itu juga menggaungkan pesan agar publik tidak lagi menggunakan produk yang berafiliasi dengan Israel dan beralih ke produk lokal murni buatan Indonesia.