SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap kemungkinan bencana yang akan terjadi. Apalagi, saat ini sedang memasuki masa peralihan musim kemarau ke hujan atau Pancaroba.
“Informasi dari BMKG bahwa bulan September ini terjadi perubahan peningkatan curah hujan di Jawa Barat termasuk Kota Sukabumi, “ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardani, Senin (13/9).
Dalam peralihan musim ini, kata Imran, BPBD Kota Sukabumi melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana meteorologi cuaca ekstrim berupa hujan yang disertai angin juga petir, dengan melakukan kajian resiko bencana. “Berdasarkan kajian resiko bencana, ada beberapa wilayah Kota Sukabumi yang memiliki resiko tinggi bencana cuaca ekstrim,”katanya.
Imran mengungkapkan, wilayah Kota Sukabumi yang memiliki resiko bencana paling tinggi ada di wilayah Kecamatan Cikole seperti, Kelurahan Subangjaya dan sekitarnya.
Bencanya berupa angin puting beliung dan longsor. Kondisi itu disebabkan oleh kontur tanah di wilayah tersebut yang memiliki kemiringan. “Untuk resiko terendah ada di Kecamatan Lembursitu dan Cibereum,”ungkapnya.
Imran menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan memastikan bahwa informasi yang diterima berasal dari sumber terpercaya diantaranya, dari situs – situs milik pemerintah.




