KABUPATEN SUKABUMI

Alasan Warga Gegerbitung Protes Pembangunan Kandang Ayam

×

Alasan Warga Gegerbitung Protes Pembangunan Kandang Ayam

Sebarkan artikel ini
DI PROTES : Pemerintah Desa Gegerbitung bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Gegerbitung saat meninjau lokasi sungai Cigeger dan sawah yang terdampak dari longsoran PT MKP.

GEGERBITUNG — Aktivitas cut and fill PT Male Karya Prima (MKP) di Bukit Bongas, Desa Sukamanah, Kecamatan Gegerbitung, kembali diprotes warga Kedusunan Bongas, Desa/Kecamatan Gegerbitung, Minggu (27/12). Bagaimana tidak, kegiatan perataan tanah untuk pembangunan kandang ayam milik PT MKP itu, diduga telah menyebabkan bencana longsor pada beberapa waktu lalu.

Seorang warga Kampung Babakan Cikaret, RT (02/05) Desa/Kecamatan Gegerbitung, Ayi Kurnia (55) mengatakan, aktivitas perusahaan di Bukit Bongas ini, telah menyebabkan kerusakan lingkungan. Salah satunya bencana longsor. Akibatnya, material longsoran berupa tanah dan bebatuan telah menerjang ke aliran sungai Cigeger yang biasa dimanfaatkan warga sekitar.

Bank bjb Tandamata

“Warga memprotes, karena sebelum ada pembangunan PT Male yang lokasinya berada di atas pemukiman penduduk di Kedusunan Bongas, warga itu belum merasakan dampak seperti sekarang. Iya, dulu air kali masih bisa dimanfaatkan oleh warga untuk mandi dan mencuci. Tetapi sekarang setelah adanya pembangunan itu, air sungai tidak bisa digunakan karena keruh,” jelas Ayi kepada Radar Sukabumi sambil menunjukan lokasi sungai Cigeger yang kondisinya keruh,” kata Ayi kepada Radar Sukabumi, Minggu (27/12).

Sungai Cigeger telah mengalami keruh, sambung Ayi, lantaran saat hujan deras pada Kamis (24/12) lalu, tebing dan tanah dari aktivitas cut and fill milik PT Male telah tergerus longsor dan material longsorannya masuk ke aliran sungai Cigeger yang lokasinya berada di bawah aktivitas perusahaan tersebut. “Iya, dampaknya selain membuat keruh sungai Cigeger, longsoran dari PT Male itu juga telah berdampak pada tanaman padi sehingga susah berkembang, karena lahan pada tanaman padinya tertutup lumpur di bagian permukaannya,” ujarnya.

Kini, warga Desa Gegerbitung, khususnya warga yang tinggal di Kedusunan Bongas tengah dihantui rasa was-was. Karena khawatir terjadi bencana longsor susulan. Terlebih lagi, saat ini tengah memasuki musim hujan dan lokasi pembangunan PT Male berada di atas pemukiman penduduk.