POLITIK

PKB: Usulkan Jabatan Sekjen Diganti Direktur Eksekutif

JAKARTA, RADARSUKABUMI.com – Muktamar PKB yang digelar di Nusa Dua, Bali, menetapkan Muhaimin Iskandar sebagai ketua umum (Ketum) dan KH Dimyati Rais kembali menjabat ketua dewan syura. Namun, kepengurusan partai yang baru belum disusun. Di arena muktamar juga muncul usul untuk menghapus jabatan sekretaris jenderal (Sekjen). Muhaimin dipilih secara aklamasi dalam forum muktamar. Seluruh dewan pimpinan wilayah (DPW) sepakat meminta politikus kelahiran Jombang tersebut menjabat kembali sebagai Ketum.

Muhaimin pun bersedia menjabat kembali sebagai pucuk pimpinan partai yang mempunyai julukan green party itu. “Dengan niat ibadah dan pengabdian kepada Allah disertai dengan pengabdian kepada Merah Putih dan NKRI tercinta, saya mengucapkan bismillahirrahmanirrahim bersedia memimpin PKB 2019-2024,” ucapnya.

Dia juga diberi kepercayaan menjadi mandataris untuk menyusun kepengurusan baru partai. Namun, hingga muktamar ditutup pukul 21.00 tadi malam (21/8), Muhaimin belum mengumumkan kepengurusan yang membantunya lima tahun mendatang. Muhaimin hanya menyatakan bahwa pihaknya akan mengubah struktur kepengurusan DPP PKB. Perubahan itu sangat penting karena partai membutuhkan kecepatan dalam bekerja dan memutuskan hal-hal strategis. Dia juga akan meminta masukan pengurus lama dan daerah.

Wakil ketua MPR itu mengatakan, muncul beberapa usul dalam menyusun kepengurusan. Salah satunya usul penghapusan jabatan Sekjen. Menurut dia, usul tersebut masih dibahas. Mungkin diganti direktur eksekutif. Selama ini, jabatan Sekjen sangat politis. “Nanti politisnya diambil ketua umum,” ujarnya. Namun, dia belum tahu apakah usul itu diakomodasi atau tidak. Sebab, saat ini masih dilakukan tahap pembahasan. Selain itu, istilah direktur eksekutif adalah hal baru di PKB. Yang jelas, tugas direktur eksekutif hanya mengurus internal partai.

Selain mengganti Sekjen dengan direktur eksekutif, mungkin akan ditunjuk tiga wakil ketua umum. Muhaimin menyatakan, dirinya sudah terlalu lama memimpin. Karena itu, dia tidak ingin terlalu mendominasi dalam partai. “Butuh wakil ketua umum yang lebih fresh,” ucapnya. Dia bisa berbagi tugas dengan wakil ketua umum, khususnya urusan politik internal. Selama ini, ucap dia, semua urusan ditangani sendiri. Ketua umum terlalu sentral. “Itu yang mengatakan bukan saya, tapi dari para ahli dan teman-teman DPW,” papar dia.

Muhaimin belum bisa memastikan kapan kepengurusan baru diumumkan. Yang pasti, pihaknya secepatnya menyusun struktur. Usul perubahan struktur juga akan dibahas dan diputuskan. Steering Committee (SC) Muktamar PKB Ida Fauziyah mengungkapkan, penyusunan struktur kepengurusan secara lengkap diserahkan kepada Muhaimin sebagai mandataris tunggal. “Kita mandatkan kepada beliau (Muhaimin). Pada saatnya beliau akan mengumumkan kepengurusan DPP PKB.”tukasnya.

 

(lum/c19/oni)

Tags

Tinggalkan Balasan