SUKABUMI

Bisnis kuliner Semakin dilirik Pengusaha,Ini Alasannya

Bisnis kuliner franchise atau waralaba semakin dilirik kalangan pelaku usaha. Terutama pebisnis muda di Kota Ledre. Apalagi, kemudahan untuk membuka usaha tersebut. Serta, tidak terlalu butuh banyak modal, karena dipangkas biaya branding.Muhammad Alfendo salah satu pengusaha kuliner franchise minuman cokelat mengatakan, sekarang modal kurang dari Rp 5 juta sudah bisa buka usaha.

Salah satu caranya berbisnis franchise, karena harganya terjangkau dan tidak perlu ribet membuat konsep atau branding. “Modalnya ekonomis, saya jadi mitra franchise minuman cokelat ini harganya Rp 4 juta. Sudah dapat peralatan lengkap sekaligus booth, jadi langsung jualan,” ucapnya.

Kata dia, franchise minuman cokelat tersebut berasal dari Solo, Jawa Tengah. Konsumennya didominasi anak-anak SMA yang suka dengan minuman cokelat. Harga minumannya juga terjangkau per botol.

Untungnya pun 100 persen, tanpa ada royalti yang harus disetor ke pemilik franchise. “Hanya, kita tetap harus beli bahan-bahannya dari pusat. Tapi, kalau hasil penjualan 100 persen buat kita,” tuturnya. Per harinya, menurut Alfendo bisa meraup omzet sekitar Rp 450 ribu per cup.

Terpisah, Andriana salah satu pengusaha franchise minuman jus menambahkan, usaha waralaba lebih simpel. Modalnya pun hanya Rp 5 juta, langsung bisa jualan. Apalagi, franchise-nya sudah punya nama di kota besar, pasti ketika buka di Bojonegoro bisa langsung menarik konsumen untuk membeli.

“Biasanya konsumen kan sudah tahu dulu ketika main ke luar kota. Jadi pas tahu ada franchise minuman jus ini ya pasti langsung beli,” katanya. Dia memastikan, omzet per hari rata-rata Rp 500 ribu.

(bj/gas/rij/yqn/JPR)

Tags

Tinggalkan Balasan