Hukum Sikat Gigi Saat Puasa, Batal atau Tidak?

Gosok-gigi
Ilustrasi

SUKABUMI – Banyak orang yang merasa kurang nyaman dengan bau mulut yang tidak sedap selama melaksanakan ibadah puasa Ramadan.

Muncul rasa tidak percaya diri saat harus bertemu dengan orang lain, atau saat hendak menjalani rapat ketika sedang berpuasa.

Bacaan Lainnya

Ustad Zacky Mirza memberikan tips terkait waktu yang paling tepat untuk membersihkan mulut ketika melaksanakan ibadah puasa.

Dia mengatakan, waktu yang paling baik membersihkan mulut adalah setelah melaksanakan ibadah sahur.

“Lebih baik dilakukan setelah kita sahur dan sebelum masuk waktu imsak. Kalau sudah mau masuk waktu imsak, kita langsung sikat gigi, kumur kumur, Insya Allah terjaga,” kata Zacky Mirza,Selasa (5/4).

Jika tidak benar-benar penting dan mendesak, Zacky Mirza menyarankan untuk tidak menggosok gigi pada siang hari.

Karena bau mulut orang yang berpuasa akan mendapatkan ganjaran yang besar dari Tuhan nanti. Sebab bau mulut orang yang berpuasa dianggap sebagai sebuah keutamaan di sisi Tuhan.

“Tidak usah khawatir dengan bau mulut. Karena bau mulut orang yang berpuasa nanti Allah akan ganti dengan wangi kasturi di surga,” jelasnya.

Tapi apabila ada kepentingan mendesak harus tetap gosok gigi atau membersihkan mulut pada siang hari saat berpuasa untuk tujuan menambah rasa percaya diri atau sejenisnya, sebenarnya tidak ada masalah karena tidak membatalkan puasa.

Namun secara hukum Islam, menggosok gigi di pagi hari masuk kategori mubah. Sementara menggosok gigi setelah masuk waktu salat Dhuhur atau setelah tergelincirnya matahari masuk kategori makruh.

Ustad Zacky Mirza menganjurkan untuk berhati-hati ketika menggosok gigi pada siang hari. Sebab dikhawatirkan ada air yang tertelan.

“Sesuatu yang mutlak membatalkan puasa di bulan Ramadan adalah masuknya cairan atau makanan ke dalam tenggorokan sampai ke perut,” katanya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, ibadah puasa memiliki manfaat dari sisi kesehatan. Ia menjadi detoksifikasi pada sejumlah organ tubuh manusia, khususnya pada bagian pencernaaan.

“Puasa itu proses detoksifikasi, pembuangan zat beracun, menghilangkan semua penyakit yang ada di dinding perut, dinding lambung, dan alat pencernaan kita dengan berpuasa. Rasululah bersabda, Shumu Tashihhu. Puasalah niscaya kalian akan sehat,” tandasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *