Bulan Ramadan, Saatnya Berburu Kebaikan

Imam Setiono
Imam Setiono Wakil Ketua DKM Masjid Baburoyan

SUKABUMI – Alhamdulillah, kita bersyukur kehadirat Allah SWT atas hadirnya bulan Ramadan yang mulia di tengah-tengah kita, bulan yang diliputi kemuliaan dan janji-janji pengampunan.

Semoga kita benar-benar mampu mengisinya dengan amal kebaikan yang istikamah.

Bacaan Lainnya

Selawat dan salam marilah kita sampaikan pada baginda Rasulullah SAW sang junjungan yang senantiasa menjadikan Ramadan bulan penuh amalan siang dan malam.

Marilah kita berusaha mencontoh beliau dalam setiap langkah meniti hari di bulan Ramadan yang mulia ini.

Kita sudah menapaki bulan Ramadan ini. Jadi, marilah kita kembali menguatkan dan memotivasi diri agar tak lengah dan tak surut dalam beramal mengisi Ramadan dengan amal kebaikan.

Karena sesungguhnya manusia diciptakan dalam kondisi yang lemah. Wa khuliqol insaaanu dhoiifaa … (QS An-Nisa 28).

Karena itulah terkadang semangat mengisi Ramadan hari pertama berbeda dengan hari kelima, keenam dan seterusnya. Kian hari terlihat kian surut.

Untuk menjaga kualitas dan kontinuitas amal kita dalam bulan Ramadan ini, marilah kembali mengingat janji Allah yang dijanjikan pada kita, khususnya yang berkaitan dengan ibadah puasa yang kita jalani ini.

Dengan menghayati apa saja yang akan diberikan Allah SWT pada kita, maka insyaAllah puasa kita akan terasa ringan, sebagaimana kita pun akan lebih bersemangat dalam menjalankan amal kebaikan lainnya di dalam Ramadan.

Mari kita lihat kembali berbagai keutamaan yang Allah SWT berikan:

Pertama: Ampunan di sisi Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang kita sama-sama sering mendengarnya disampaikan para mubalig dalam hari-hari ini. Hadis yang singkat tetapi mempunyai nilai motivasi yang kuat bagi kita: “Barang siapa berpuasa Ramadan dengan keimanan dan penuh pengharapan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.“ (HR Bukhori Muslim).

Kedua: Mendapatkan syafaat dengan puasanya

Hal kedua yang akan didapatkan oleh orang berpuasa di akhirat nanti adalah syafaat atau pembelaan dari amal puasanya. Sebagaimana jelas disebutkan Rasulullah SAW dalam hadisnya:

“Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafa’at pada seorang hamba pada Hari Kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Rabbku, aku telah menghalanginya dari makan dan syahwatnya di siang hari, maka izinkan aku memberi syafa’at padanya.’ Al-Qur`an berkata, ‘Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberi syafa’at padanya.” (HR Ahmad)

Ketiga: Pintu surga khusus “Arroyan” bagi orang yang berpuasa

Dalam sebuah hadis yang panjang Rasulullah SAW memberitahukan pada kita kemuliaan lain dari orang yang berpuasa. Beliau menyebutkan dengan lisannya yang mulia:

“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka.

Dikatakan pada mereka,”Di mana orang-orang yang berpuasa?”

Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut.” (HR Bukhori Muslim).(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *