DPUTR Kota Sukabumi Canangkan Rp600 Juta Untuk Pemeliharaan Taman

Taman Kota Sukabumi
Petugas DPUTR Kota Sukabumi saat membersihkan taman.

SUKABUMI — Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, mencanangkan sebesar Rp600 juta untuk pemeliharaan taman pada tahun ini. Pasalnya, selama masa pandemi Covid-19 rumput tumbuh liar disekitar taman dan fasilitas juga banyak mengalami kerusakan.

Kasi Pertamanan DPUTR Kota Sukabumi, Fajar Rahmansyah mengatakan, anggaran tersebut untuk pemeliharaan semua taman yang ada di Kota Sukabumi diantaranya, Taman Pulau Jalan, Taman Median Jalan, Taman Jalur Hijau, Taman Tematik Cikondang, Sugema, Aspirasi, Nobar dan Taman Tematik Urang.

Bacaan Lainnya

“Selain itu, juga untuk pemeliharaan Taman Lapdek, Alun-alun dan taman lainnya,” kata Fajar kepada Radar Sukabumi, Rabu (6/4).

Dengan keterbatasan anggaran yang ada, lanjut Fajar, saat ini DPUTR sementara waktu hanya bisa melakukan pemeliharaan rutin. Misalnya saja, memotong rumput yang tumbuh liar disekitar pertamanan.

“Karena anggaran pada tahun ini sangat terbatas, sehingga kami hanya bisa melakukan pemeliharaan rutin. Untuk perbaikan fasilitas mungkin nanti di tahun yang akan datang,” paparnya.

Menurut Fajar, sejauh ini kesadaran masyarakat dalam menjaga taman masih minim terbukti masih banyak orang yang tidak bertanggungjawab merusak fasilitas yang ada maupun melakukan hal tidak terpuni lainnya yang membuat taman rusak.

“Karena Sumber Daya Manusia (SDM) dan anggaran yang terbatas, untuk keindahan, keasrian dan kebersihan, hayu urang jaga bareung demi Sukabumi nu endah (Mari Jaga Bersama Demi Sukabumi yang Indah Red*),”

Lanjut Fajar, tidak dipungkiri selama masa pandemi Covid-19 ini anggaran untuk pemeliharaan fasilitas taman tidak ada sehingga sementara waktu hanya bisa melakukan pemeliharaan tanaman saja.

“Kalau pemeliharaan tanaman itu setiap hari dilakukan,” ucapnya.

DPUTR Kota Sukabumi, tidak hentinya meminta masyarakat agar ikut serta dalam melakukan pengawasan maupun menjaga semua taman yang ada di Kota Sukabumi.

“Tentunya untuk menjaga fasilitas taman ini perlu adanya peran serta masyarakat agar tidak kembali adanya perusakan fasilitas. Seperti kemarin di Lapang Merdeka, motor masuk ke rubber track dan lagi-lagi banyak hama kokod yang tidak bertanggung jawab,” tukasnya. (bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *