Dhuha

Oleh: Handi salam

Redaktur di Radar Sukabumi

Bacaan Lainnya

SAYA rasa semua setuju, Hal yang paling indah adalah saat ketika melihat matahari terbit dari timur di pagi hari. Suasananya yang hangat ditambah dengan udara alam yang sejuk membuat enak dan nyaman. Sejenak lupa akan kegelisahan saat malam tadi, yang dirasakan adalah kesegaran tiada tara sehabis istirahat pada malam hari.

Kesejukan sinar matahari yang tidak terlalu panas ini, membuat setiap orang ingin berdiam diri sejenak untuk kemudian melakukan aktivitas dalam sehari-hari. Bahkan di beberapa negara lain seperti di Negara Jepang, khususnya yang beragama Shinto (penyembah matahari) melakukan ritual keagamaan. Saya tidak terlalu mau membahas soal itu, ataupun aliran agama lainnya yang melakukan ibadah pada waktu matahari datang, karena itu hak kenyakinan mereka masing-masing.

Bukan tanpa asalan mereka memiliki kenyakinan beribadah saat matahari datang hingga naik sepenggalan, saya juga yang sebagai umat muslim tentunya ada perintah untuk melakukan ibadah dengan anjuran melakukan sholat dhuha. Saya berfikir bahwa waktu dhuha begitu sangat istimewa hingga allah memerintahkan sholat sunnah pada waktu itu.

Bahkan, saking istimewanya waktu saat matahari naik sepenggalan, Allah menurunkan wahyu khusus kepada Nabi muhammad dengan nama surat Dhuha. Ya sepintas kita semua tahu surat yang diturunkan yang ke 11 ini setelah Al-Fajr ini gambaran bahwa kita tidak pernah lepas dari perhatian pencipta yang maha esa.

Konon, berdasarkan dari salah satu buku ulama yang pernah saya baca bahwa kisah turunnya surat ini adalah berawal kegelisahan Muhammad yang sudah merasa nikmat mendapatkan wahyu dari allah melalui malaikat tiba-tiba terhenti. Ada yang bilang seminggu, 10 hari, hingga 40 hari lamanya tidak mendapatkan wahyu hingga orang musyrik berkata bahwa muhammad sudah ditinggalkan tuhannya.

Umat muslim tentu setuju, hal paling nikmat adalah ketika bisa berdialog dengan tuhannya. Sebetulnya saya belum mampu, bagaimana berdialog dengan tuhan itu. Namun, saya yakin suatu saat kita masing-masing bisa melakukannya. Dan saya juga percaya bahwa tuhan tidak pernah membenci manusia berlebihan, baik kepada umat beragama lain ataupun kepada umat islam. Buktinya kita dan mereka (Agama lain) masih diberikan rizki dan kehidupan di dunia ini. Kalau tuhan berkehendak, sebetulnya kita sebagai umat islam atau mereka (agama lain) bisa saja tidak diberikan rizki dibumi ini.

Dan sikap ini, tentunya harus menjadi pelajaran untuk kita. Ketika kita membenci sesuatu janganlah berlebihan, begitupun ketika kita cinta sesuatu janganlah berlebihan pula.Karena rasa benci dan rasa cinta ada kadarnya masing-masing. Setiap manusia dan mahluk ciptaanya dipelihara dengan sempurna, dan tidak ada keraguan soal itu.

Ketika merasa jauh dari pertolongan tuhan, sebetulnya bukan dibenci oleh tuhan. Namun, karena kita belum sadar bahwa tuhan tidak akan pernah meninggalkanmu. Jika merasakan miskin, ditinggalkan tuhan dengan tidak diberikan kenikmatan hidup ataupun petunjuk. Mari kita tanya diri kita sendiri, bukankah kita dilahirkan sendiri dengan tidak memiliki apa-apa. Kemudian tuhan memberikan segalanya untuk keperluan dibumi ini, apakah itu tidak cukup?.

Dalam kitab suci Al-quran Janji Allah sudah jelas, bahwa umat nabi muhammad akan dijadikan sebagai umat yang kaya. Kaya disini bukan kaya secara umum, pertama kita perlu garis bawahi bahwa harta atau kekayaan tidak bisa diukur dengan banyaknya harta tapi yang namanya kekayaan diukur dengan kepuasan hati seseorang. Contohnya, saya tidak lebih jauh kaya dari pada orang yang bekerja di Pabrik-pabrik yang pergi pagi-pagi pulang sore, tapi saya harus menyakinkan diri bahwa saya sudah diberikan kekayaan yang cukup dengan bersyukur.

Seorang Profesor lulusan Universitas Al-Azhar mengatakan bahwa kekayaan itu ibarat lingkaran 360 derajat, dia besar tapi tidak bulat maka tidak jadi 360 derajat, namun jika kecil tapi bulat maka jadi 360 derajat. Akhirnya saya berkesimpulan bahwa rasa puas hati apa yang didapatkan sekarang adalah kunci untuk menjadi kaya didepan tuhan.

Janganlah, berprilaku peminta-minta, tapi kalau diberi silahkan ambil. Namun, kita ingat dalam satu riwayat bahwa jika ada orang yang berjanji kepada saya (Muhammad) untuk tidak minta-minta maka dijamin akan mendapatkan doa masuk surga.

Pada akhirnya, umat beragama sepakat bahwa hadirnya agama adalah untuk melindungi dan mengasihi serta memperhatikan kaum lemah salah satunya anak yatim, fakir miskin dan Dhuafa. Perhatiannya bukan hanya memberikan materi berupa uang saja, namun menjaga perasaannya dengan memelihara kehormatan dan memberikan perlakuaan yang wajar.

Selain itu, kita harus belajar bersyukur dengan diawali dengan hati, diucapkan dengan lidah kemudian diikuti dengan tindakan. Tidak salah yang dikatakan orang terdahulu bahwa waktu subuh hingga dhuha adalah waktu yang baik untuk mengingat pencipta dan merasakan alam dengan bersyukur. Apalagi katanya dengan melakukan solat dhuha akan mendapatkan pahala seperti bersedekah, dicukupi kebutuhan, mendapatkan keuntungan yang lebih cepat, menggugurkan dosa dan lain-lain.

Ahirnya saya bukan maksud menggurui siapapun, faktanya saya sendiri belum mampu. Tidak ada salahnya saling mengingatkan sesama manusia, karena jika mengingatkan kepada kebaikan ada pahalanya, kenapa harus mengumpat yang ada dosanya. (*)

Pos terkait