ARTIKELCATATAN DAHLAN ISKAN

Pahlawan Celeng

×

Pahlawan Celeng

Sebarkan artikel ini
Dahlan Iskan
Dahlan Iskan/Net

Untung kita sempat punya pahlawan. Mereka lahir sebelum ada medsos. Sebagian besar pahlawan kita pun bisa tampil sempurna. Bukan pahlawan yang bopeng-bopeng.

Bank bjb Tandamata

Apakah itu berarti hilangnya dorongan untuk menjadi pahlawan di masa depan?

Untuk apa berusaha menjadi menjangan kalau teriakan yang ia/dia dengar selalu menyebut dirinya/nyi celeng?

Kita memang akan terus memperingati Hari Pahlawan. Sambil masa bodoh atas hilangnya motivasi untuk menjadi pahlawan.

Lihatlah lirik lagu Celeng ini:

Zaman sekarang zaman yang aneh

muncul tokoh pun yang aneh-aneh

omongannya remeh temeh

memfitnah sana memfitnah sini

ujaran benci setiap hari

membuat resah seluruh negeri

Banyak pejabat main korupsi

politisinya seenak sendiri

yang penting ambisi pribadi

yang penting nafsunya terpenuhi

mereka melawan hukum dengan tertawa

mereka mainkan hukum dengan gembira

merasa paling suci dan yang lain pendosa

embuskan angin surga dan retorika

Asu-asuan

Sengkuni bertopeng ganda

asu-asuan

Sengkuni tebar pesona

asu-asuan

Sengkuni marasa seperti dewa

suu suu asu asu asu suan

Sengkuni sukanya mengadu domba.