ARTIKEL

Khas Indonesia: Nasi Uduk, Nasi Goreng, hingga Nasi Kuning

×

Khas Indonesia: Nasi Uduk, Nasi Goreng, hingga Nasi Kuning

Sebarkan artikel ini
ILHAM SAFUTRA
ILHAM SAFUTRA (jawapos)

Pengganan untuk memakan nasi lamak jauh berbeda dengan nasi putih biasa. Biasanya nasi lamak dimakan dengan camilan atau kudapan yang manis-manis. Seperti dengan kue bolu, pisang, tapai ketan, atau pisang goreng. Ada juga nasi lamak ini dimakan dengan singgang ayam.

Bank bjb Tandamata

Bicara soal nasi, saya yang dilahirkan dan dibesarkan di Sumatera Barat lebih sering makan nasi putih yang terbuat dari beras pera. Sehingga, ketika awal-awal merantau mengalami shock culture. Makan nasi baru satu bulan tinggal di Jakarta. Yang sudah pasti itu nasi dari beras pulen. Sementara, untuk bisa mengonsumsi nasi uduk setelah enam tahun tinggal di tanah rantau.

Apalagi kedua orang tua saya yang empat tahun terakhir sudah tinggal di Jakarta. Sampai saat ini mereka masih tetap makan nasi putih yang terbuat dari beras pera. Jika dikasih nasi putih dari bahan beras pulen, mereka langsung mual. Mungkin ini karena keterbiasaan.

Begitu juga dengan rekan-rekan atau kerabat saya yang datang dari Sumbar ke Jakarta atau Jawa, mereka lebih memilih makan nasi dari beras pera. Jika makan nasi, itu pun harus di rumah makan Padang. Karena rumah makan Padang diyakini nasinya tidak sepulen nasi dari restoran lain. (*)