Oleh : Laureta Kusuma Lestari
Mahasiswi Vokasi Universitas Indonesia
Prodi Administrasi Keuangan dan Perbankan 2019
Di Indonesia banyak berbagai macam pasar swalayan seperti Superindo, Giant, Foodhall, Naga, dan sebagainya. Di tahun 2017 baru saja salah satu diantara pasar swalayan menutup beberapa gerai yang tersebar di Indonesia yaitu Giant. Giant adalah salah satu cabang dari PT Hero Supermarket (Tbk).
Sebelumnya, Giant merupakan Perusahaan milik Malaysia pada tahun 1944, namun pada tahun 2002 Giant bergabung dengan salah satu perusahaan yang ada di Indonesia yaitu PT Hero Supermarket (Tbk).
Sejak saat itu Giant mulai tersebar luas di beberapa wilayah di Indonesia. Namun, sebagian masyarakat belum mengetahui kehadiran Giant. Seiring berjalannya waktu sudah banyak yang tahu bahwa Giant adalah pasar swayalan yang menyediakan beberapa alat rumah tangga maupun kebutuhan lainnya.
Pasar swalayan ini selalu ramai di kunjungi banyak konsumen, tetapi belakangan ini banyak gerai Giant yang ditutup, hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya mengapa beberapa gerai Giant yang ada harus ditutup?
Banyak yang menyebar berita hoax tentang di tutupnya beberapa gerai Giant dan sebagian masyarakat memercayai berita tersebut, kemudian dijelaskan oleh beberapa pihak dari perusahaan Giant mengapa terjadi penutupan gerai Giant di beberapa daerah tertentu.
Ternyata yang menjadi salah satu masalah beban mereka dalam mengurangi pendapatan perusahaan yaitu biaya tanggungan tekanan listrik dan upah karyawan beberapa akhir tahun ini yang juga diakui oleh salah satu pihak perusahaan yang bernama Xavier.
Pada tahun 2017 mereka mengalami kerugian yang mencapai 191 miliar dan satu tahun kemudian yaitu tahun 2018 kerugian yang mereka alami sangat melonjak mencapai 1,25 triliun, maka dari itu beberapa gerai Giant ditutup dan hanya tersisa 119 dari 125 gerai yang ada di Indonesia.
Hadrianus Tri Kusumo mengatakan bahwa penutupan 6 gerai Giant yang ada di Jakarta merupakan strategi bisnis mereka karena bisnis yang mereka jalankan sedang tidak stabil, persaingan bisnis yang ada di Indonesia semakin erat dan mereka harus bersaing secara efektif.
Hampir di setiap tahun pendapatan yang diperoleh oleh Perusahaan ini meningkat dan selalu sesuai dengan targetnya tetapi di tahun 2017 meleset jauh dari yang sudah ditargetkan oleh mereka dan dengan berat hati harus mengambil keputusan tersebut.
Untuk menghabiskan seluruh produk yang ada di beberapa gerai yang akan ditutup ini sebuah Perusahaan menjual beberapa produknya dengan cara memberikan diskon 5%-25% untuk berbagai produk yang ada di karenakan produk tersebut harus terjual habis sebelum toko tersebut ditutup.
Dari data hasil laporan keuangan pada Triwulan I tahun 2019 perusahaan ini mengalami kenaikan pendapatan dari hasil sebelumnya yaitu 3,04 triliun naik 0,5% menjadi Rp 3,05 triliun dengan periode yang sama di tahun lalu. Walaupun masih dikatakan rugi di tahun 2019 senilai Rp 3,52 miliar tetapi kerugian itu membaik dibandingkan dari tahun sebelumnya Maret 2018 angka kerugiannya mencapai 4,13 miliar.
Presiden Direktur Hero Supermarket mengatakan bahwa pendapatan terbesar yang di dapat yaitu berasal dari supermarket yang total pendapatannya mencapai 91% atau 10,09 triliun, sangat menguntungkan sekali untuk Perusahaan karena total pendapatan yang dicapai tinggi.
Pada saat gerai Giant akan dibuka maka akan ada pemilihan lokasi yang strategis dan pihak dari perusahaan tersebut memilih lokasi yang sangat strategis agar banyak konsumen yang mengunjunginya namun akhir akhir ini lokasi yang ada di beberapa gerai Giant yang telah dibuka dapat dikatakan tidak strategis lagi dikarenakan banyak konsumen yang memilih untuk berbelanja ke supermarket terdekat dari rumah mereka dibandingkan dengan harus memilih supermarket yang jaraknya lumayan jauh dari rumah mereka.
Biaya yang dikeluarkan untuk membangun beberapa gerai yang ada di Indonesia sangat besar, untuk membangun gerai hypermarket Giant Ekstra maka pihak perusahaan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 20 miliar sedangkan untuk membangun Giant Express modal yang mereka keluarkan untuk membangun yaitu hanya sepertiga ataupun setengahnya dari biaya pembangunan Giant Ekstra.
Sangat jauh sekali perbedaan modal untuk membangun gerai Giant Express dan gerai Giant Ekstra. Jika saat ini hasil pencapaiannya tidak mencapai sesuai dengan yang ditargetkan oleh perusahaan maka tindakan yang mereka ambil yaitu menutup beberapa gerai karena hasil pendapatan yang mereka peroleh menurun drastis bahkan mereka sampai rugi dan belum lagi pihak Perusahaan harus membayar gaji karyawan, meskipun mereka mengalami kerugian tetapi tetap saja mereka menjual produk nya dengan memberi diskon agar konsumen tertarik dan dapat membantu penjualan sebelum beberapa gerai Giant ditutup daripada produk tersebut tidak terjual sedikitpun.
Pada bulan September 2014 Hero Supermarket menargetkan bahwa pada pendapatan di tahun ini mereka harus mencapai angka 12 triliun sampai akhir tahun namun ternyata pendapatan yang mereka peroleh lebih dari apa yang sudah mereka targetkan yaitu sebesar 13 triliun dan mereka pun berhasil untuk mencapai target yang sesuai.
Di tahun ini pendapatan yang mereka dapatkan meningkat karena pada tahun 2013 hanya sebesar 11,9 triliun.
Dengan ditutupnya beberapa gerai Giant yang ada di Indonesia ini diharapkan tidak ada kerugian lainnya dan bisnis yang dijalankan oleh PT Hero Supermarket (Tbk) dapat berjalan dengan stabil. Maka dari itu agar tidak terjadi penutupan di beberapa gerai lainnya dan menambah kerugian, siasat yang paling tepat untuk mengembalikan kestabilan beroperasi giant yaitu dengan cara penyesuaian perusahaan terhadap pola kebutuhan konsumen dan letak strategis gerai Giant tersebut.






