IKN Portal

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

Mobil saya pun merambat di jalan itu. Kadang harus berhenti agak lama. Kendaraan terlalu banyak. Rebutan aspal.

Bacaan Lainnya

Saya tidak menyangka pedalaman ini sudah begitu padat penduduk. Itulah kawasan transmigrasi di masa lalu. Yang sudah berubah menjadi kampung besar dan kota kecil.

Saya memang pernah melewati jalan ini. Sekian puluh tahun lalu. Yakni ketika dari Samarinda ke Banjarmasin. Dari Kaltim ke Kalsel. Naik bus kecil jarak jauh. Satu harmal. Bus saya lewat jalan ini. Tapi malam hari. Tidak tahu apa-apa.

Ternyata di siang hari, sekarang ini, sudah begitu ramainya. Salahlah dugaan saya bahwa IKN itu jauh di tengah hutan nan sunyi.

Jangan-jangan Anda juga mengira begitu.

Beberapa menit dari kepadatan itu terlihat bangunan bagus di kiri jalan. Agak jauh dari jalan raya Samarinda-Banjarmasin ini. Lalu terbaca papan nama di situ: Rumah Dinas Bupati Penajam Paser Utara. Yang ditangkap KPK barusan. Oh… Makanya bagus sekali.

“Lho ini ibu kota kabupaten?” tanya saya kepada mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendy.

“Itu rumah singgah bupati,” jawabnya. “Dulu ada proyek peternakan sapi di sini. Kalau meninjau peternakan Pak Bupati tinggal di situ,” katanya.

Tidak jauh dari rumah bupati ini, terlihat pula ada kantor HTI –Hutan Tanaman Industri.

“Kita sampai,” ujar mantan wali kota itu.

Maksudnya sudah sampai di IKN.

Hanya sekitar 1 Km dari rumah bupati itu.

Gerbang masuk IKN Nusantara ini ternyata hanya kurang dari 1 Km dari kantor HTI itu. Artinya, IKN ini berada di jalur jalan raya Samarinda-Banjarmasin. Bukan di tengah hutan belantara.

Dari jalan raya ini sudah terlihat portal pemeriksaan: masuk IKN.

Siapa saja boleh masuk. Hanya harus melapor. “Kalau Sabtu Minggu sekitar 1.000 orang yang datang,” ujar petugas di situ. Semua ingin melihat ‘Titik Nol” IKN.

Termasuk saya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan