ARTIKELCATATAN DAHLAN ISKAN

Dading Faris

×

Dading Faris

Sebarkan artikel ini
Dahlan Iskan
Dahlan Iskan/Net

Faris pintar sekali menjebak saya: harus ikut lomba lukis dadakan di situ. Peserta lombanya: saya, istri, anak wedok dan suaminya, serta Kang Sahidin. Kami dipaksa menerima kanvas. Berikut cat air dan segebok kuas. Kami sekeluarga harus melukis di situ. Dilombakan. Bayu –yang sudah menghasilkan lebih 1.000 lukisan dan delapan anak kandung– yang jadi juri.

Bank bjb Tandamata

Bayu tidak hanya pelukis –yang pernah diundang Presiden Jokowi ke Istana. Ia juga sudah memproduksi cat air untuk melukis. Dengan merek Bayu Wardhana.

Maka jadilah saya tiga jam di Peace Village itu. Rasanya itulah kesempatan saya terlama dalam satu kegiatan dengan istri saya.

Tentu ada misi khusus mengapa padepokan itu didirikan di situ. Yakni misi yang akan dicapai di balik kegiatan fisik di sana: terbentuknya masyarakat damai, tanpa kekerasan, tanpa radikalisme, dan tanpa sikap ekstrem.

Misi itulah yang akan terus dikembangkan oleh Faris dan Mbak Yenny. Memang masih serba baru. Tapi sudah terasa menyenangkan.