Saya amati anak Grobogan ini: penuh energi. Sangat antusias. Optimistis. Khas orang sukses. Ia juga humble. Sopan. Rendah hati. Khas orang sukses. Ia selalu tersenyum. Kadang tertawa. Matanya berbinar. Khas orang sukses.
Saat mengunjungi lokasinya yang No 2 ada pemandangan unik. Ada kulkas di lantai bawah. Yang seperti garasi. Ada tulisan ditempel di kulkas itu. Ukurannya cukup besar. Bisa dibaca oleh orang yang lewat di jalan di dekatnya.
Bunyi tulisannya: silakan ambil sendiri. Harganya: 300 yen sebiji. Ada kaleng berlubang yang digantung di atas kulkas. Itulah kasir Rustono. Rustono membuka kulkas isi tempe itu. Isinya berkurang. Ia kocok kaleng berlubang itu. Yang ia gantung di atas kulkas itu. Berbunyi kecrek-kecrek. Pertanda ada uang di dalamnya.
Ia buka kaleng itu. Ia tumpahkan isinya. Ada uang lembaran 1000 yen. Ada pula segenggam uang koin. Siapa saja boleh mengambil tempe di kulkas itu. Ia percaya semua orang Jepang pasti memasukkan uang ke kaleng itu. Sesuai harganya.
(dahlan iskan / bersambung)



