Tapi apa? “Bisa saja ekspor kerajinan Bali,” katanya.
Anda sudah tahu: sektor pariwisata Bali pernah menderita hebat setelah terjadi bom besar di sana. Tahun 2000 dan 2002. Tapi hanya tiga bulan. Setelah itu Bali ramai lagi. Kali ini Covid-19 telah membuat pariwisata Bali lumpuh total hampir dua tahun.
Kita memang lagi bangga sekarang ini: sebagai negara berpenduduk 270 juta angka harian Covid-nya di bawah 1.000.
Rasa senang itu begitu meluap sehingga tidak terasa harga BBM naik. Anda beli bensin apa?
Sumber : DisWay





