POLITIK

UF Siap Melanjutkan Perjuangan Tertunda

×

UF Siap Melanjutkan Perjuangan Tertunda

Sebarkan artikel ini
SILATURAHMI: Calon Anggota Legislatif (Caleg) Provinsi dari Partai Demokrat Ujang Fahpulwaton (UF) saat Silaturahmi dengan Masyarakat Kecamatan Sukaraja beberapa waktu lalu.

SUKABUMI– Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2009-2014, Ujang Fahpulwaton (UF) kembali akan manggung dan siap untuk melanjutkan perjuangan yang tertunda untuk menjadi wakil rakyat di Provinsi priode 2019-2024. Bahkan sejauh ini, orang yang terkenal dengan sebutan UF Center ini terus bergerak untuk pemenangan bersama relawan-relawan yang ada di daerah.

“Ia kang sekarang terus menerus turun kelapangan, meski hanya Sabtu dan Minggu tapi saya yakin ini adalah jalan untuk melanjutkan perjuangan yang tertunda, “jelas Ujang saat dihubungi koran ini kemarin (15/1).Saat ini dirinya sudah memiliki relawan dan simpatisan yang bergerak disejumlah wilayah yang ada di Daerah Pemilihan (Dapil).

Bank bjb Tandamata

Jika ditakdirkan terpilih kembali dirinya siap mendorong kembali untuk mengawal anggaran untuk pembangunan di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Dirinya mengklaim saat menjadi anggota dewan dahulu dirinya aktif mendorong proyek pembangunan untuk Sukabumi.

“Saya berfikirnya apa yang sudah diperbuat dahulu sekarang kan ada buktinya, belasan proyek dengan anggaran provinsi sudah direalisasikan dan dirasakan oleh masyarakat, sekarang tinggal melanjutkan, “bebernya.

Sebagai mantan dewan tentunya dirinya memiliki strategi, namun saat ditanya strateginya dirinya enggan menyebutkan secara detail. Hanya saja dirinya siap mendorong pembangunan apa yang diinginkan oleh masyarakat. Maka dari itu sebagai masyarakat tentunya harus melihat rekam jejak calon, apa yang sudah dilakukan untuk Kabupaten Sukabumi bukan hanya percaya dengan janji janji manis.

“Untuk itu saya kedepan akan memberikan edukasi politik kepada masyarakat agar masyarakat tahu betul bagaimana dalam menentukan sikap politik kedepan bukan hanya untuk satu dua tahun lamanya tapi lima tahun, tentunya masyarakat harus diarahkan ke arah yang lebih baik agar masyarakat tidak berpolitik pragmatis. Intinya bagi saya masyarakat itu adalah subyek bukan obyek yang hanya dibutuhkan saat pemilihan saja, “tukasnya.

(hnd)