SUKABUMI — Sekretaris DPD PKS Kabupaten Sukabumi, M Sodikin mengatakan bahwa dalam menentukan koalisi, PKS akan mencari sisi rasionalisasi. Itu artinya, lebih kepada kepentingan parpol yang diutamakan. Jika pada akhirnya ada parpol yang mengajak berkoalisi dan menawarkan beberapa syarat tentunya segi rasionalisasi (akal sehat red) menurut parpol masuk maka dipastikan bisa terjadi koalisi.
“Selagi bisa masuk akan PKS bisa saja masuk kepada koalisi manapun, karena saat ini PKS mempersiapkan strategi A, B dan C bahkan hingga D. Artinya, PKS tak cepat-cepat dalam menentukan sikap apalagi ketika rasionalisasinya tidak sampai, “terang M Sodiqin saat dihubungi radar sukabumi, (17/2).
Saat ditanya, PKS diajak koalisi dengan Golkar dirinya mengatakan mungkin-mungkin saja selagi persyaratan yang PKS diterima dan persyaratan dari Golkar Masuk akal. “Soal rasionaliasi kemenangan dan rasionaliasi lainnya tentunya bagi PKS akan dikaji dulu sebelum kedepan menentukan sikap, “cetusnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, saat ini PKS memiliki dua kandidat kader yang akan dimajukan di Pilkada 2020, dan pada tanggal 20 mendatang PKS akan memutuskan kepada siapa tiket PKS akan diberikan. Namun, dirinya mengatakan jikapun salah satu diputuskan maka satu sama lain baik yang dipilih atau yang tidak akan membantu bersama-sama untuk memenangkan Pilkada.
“Nah jika ada persyaratan lain misalnya, dari parpol tidak mengharapkan kader yang ada PKS memiliki banyak Alternatif. Bahkan ketika ada kader dari luar yang diminta diusung PKS itu juga sudah diperhitungkan, tetapi tetap dalam menentukan sikap akan melihat rasionaliasi atau keuntungan untuk PKSnya seperti apa, “cetusnya.
Menurutnya, sedari awal bangunan komunikasi PKS sipatnya tidak mengikat diri kepada koalisi manapun, hingga manuver yang dilakukan PKS sangat leluasa kepada semua pihak. Apa yang perlu diteruskan komunikasi pasti diteruskan, apa yang tidak diteruskan maka dihentikan. “Soal komunikasi kami juga mempersilahkan kepada kandidat yang ada berkomunikasi, tetapi akhirnya kami akan melihat kepada kecendrungan menang kepada siapa itulah yang akan dipilih PKS, “tukasnya. (hnd)






