Salam Metal Tasdi ‘Merahkan’ Muka PDIP

JAKARTA— PDI Perjuangan angkat suara menanggapi salam tiga jari Bupati Purbalingga, Tasdi yang juga pentolan PDIP Purbalingga usai ditetapkan sebagai tersangka di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta.

Ketua DPP PDIP, Hamka Haq menegaskan aksi salam tiga jari Tasdi tidak mewakili partai, hanya pribadi. “Itu kan oknum yang melakukan korupsi bukan atas nama PDIP,” ujar Hamka di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (6/6).

PDIP, menurut Hamka, sangat tegas dalam memberikan sanksi kepada kader yang nakal dan bermain di kubangan korupsi. Menurutnya, jika terbukti Tasdi terjaring OTT maka akan langsung dipecat dari keanggotaan PDIP.

“Kalau memang terbukti OTT, apabila bukti kuat biasanya kita kebijakan partai tidak perlu menunggu bukti-bukti lain dan langsung pecat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan, Trimedya Pandjaitan mengaku tidak mempermasalahkan salam “metal” yang kerap kali diacungkan Bupati Purbalingga, Tasdi di hadapan publik saat terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantaran Korupsi (KPK).

Menurutnya PDIP tidak merasa dirugikan dengan salam tersebut. Ia menilai salam tiga jari yang kerap diperagakan Tasdi, tidak menyangkut nomor utut PDIP pada Pemilu 2019. “Itu kan sikap pribadi dia, sikap partai kan juga bisa beda,” ujar Trimedya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *