Prabowo menilai langkah tersebut tepat karena negara tidak lagi terbebani pembayaran gaji maupun bonus direksi dan komisaris BUMN yang merugi. “Bayangkan, 240 perusahaan ditutup. Kalau masing-masing ada empat direksi dan empat komisaris, total 1.600 orang. Gaji rata-rata Rp50 juta per bulan, bahkan ada yang lebih. Itu pemborosan,” jelasnya.
Dengan penutupan tersebut, negara disebut berpotensi menghemat anggaran hingga triliunan rupiah sekaligus menutup celah pemborosan di lingkungan BUMN. “Sudah rugi, minta bonus lagi. Saudara-saudara, sudah kita tutup, kita menghemat triliunan. Hanya dari nutup perusahaan-perusahaan yang nggak benar. Dan itu caranya para direksi nutupi korupsi mereka,” pungkas Prabowo.(*)






