SUKABUMI— Bakal calon Walikota Sukabumi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Achmad Fahmi mengatakan bahwa pasangan Faham (Fahmi -Andri red) secepatnya akan melakukan deklarasi. Namun tentunya setelah adanya koalisi yang permanen. “Secepatnya, ketika koalisi permanen ini sudah beres. Intinya sebelum pendaftaran ke KPU,”ujar Fahmi kepada koran ini sambil terseyum.
Dengan adanya paket pasangan calon di Pilwalkot 2018 nanti, tentunya dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) dari DPP tapi nyatanya sampai saat ini belum ada. Artinya, politik itu sampai saat ini masih dinamis segala kemungkinan bisa saja terjadi. “Masih dinamis, seseorang itu resmi dinyatakan berkoalisi ketika hadir di KPU, selama belum hadir di KPU apapun bisa terjadi,”tandasnya.
Saat ditanya soal kemungkinan penambahan partai koalisi, orang yang masih menjabat Wakil Walikota Sukabumi ini mengaku bahwa saat ini sedang menjalin komunikasi intens dengan partai politik lainnya.
Hal tersebut untuk menambah jumlah koalisi lebih dari 20 persen suara di parlemen dan memperkuat ditingkat legislatif nantinya.
“Sedang proses, semua partai sedang diajak komunikasi dan diskusi dengan intens,”aku
Fahmi pun tak memungkiri kalau bisa koalisi besar itu akan lebih baik. Sehingga nanti di tingkat legislatif bisa terjadi lebih baik lagi.
Kalaupun memang tidak memungkinkan dua partai dengan Demokrat juga sudah cukup. “Saat ini komunikasi dengan dilakukan baik PKS dengan semaunya, dan Demokrat dengan semuanya juga. Kalau bisa koalisi besar lebih enak tapi dua partai juga cukup,” ungkap Fahmi.
Namun meski begitu, Fahmi enggan menyebutkan secara terperinci partai mana yang saat ini sedang intens akan diajak untuk berkoalisi.
Saat ditanya partai Gerindra, Fahmi mengaku tidak menutup kemungkinan berkoalisi, begitupun dengan Golkar. “Kalau Gerindra komunikasi sudah kita lakukan mulai dari tingkatan pusat, wilayah hingga daerah. Kalau masalah usungan nanti itu ranahnya parpol ya,”pungkasnya. (bal)





