SUKABUMI – Jelang perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024, DPC PKB Kota Sukabumi terus memanaskan mesin partai. Satu di antaranya melalui konsilidasi.
Konsolidasi yang dilaksanakan di Sekertariat DPC PKB Kota Sukabumi ini mengundang langsung pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi nomor urut 1 Achmad Fahmi-Dida Sembada.
“Hari ini saya berterimakasih karena kepada keluarga besar DPC PKB Kota Sukabumi yang telah melaksanakan konsolidasi internal dalam kontek pasangan Fahmi-Dida yang tersisa 17 hari mendatang,” kata Fahmi belum lama ini.
Incumbent ini menjelaskan, konsolidasi DPC PKB Kota Sukabumi, merupakan langkah memanaskan mesin partai untuk memastikan kemenangan Fahmi-Dida pada perhelatan Pilkada 2024 yang digelar 27 November mendatang.
“Konsolidasi internal ini bagi saya bagaimana kita semakin memanaskan mesin partai dan bagaimana kita memastikan serta menguatkan kemenangan kita kembali. Insya Allah dengan seluruh partai politik bergerak maka kemenangan akan menjadi sesuatu yang nyata,” paparnya.
Dirinya meyakini, kontestasi Pilkada 2024 ini dapat meraih kemenangan, tentunya setelah melalui tahapan konsilidasi dan komunikasi dengan seluruh partai koalasi.
“Sampai saat ini kami sudah sangat yakin bahwa kami bakal keluar menjadi pemenang tinggal menguatkan kemenangan itu,” tegasnya.
Ia berpesan dan berharap kepada masyarakat agar menjadikan Pilkada ini sebagai ajang kebersamaan dan ajang membahagiakan. “Pilkada adalah adu gagasan, adu ide, jangan terprovokasi dan memprovokasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Sukabumi, Neneng Salmiah menambahkan, konsolidasi internal DPC PKB Kota Sukabumi dalam rangka merevitalisasi struktur intern termasuk PAC dan Ranting. Hal ini bertujuan memanaskan mesin partai untuk Pilkada 2024 mendatang.
“Intinya kita dari PKB berkoalisi dengan PKS, Gerindra dan Partai Umat sepakat akan mengusung, mendukung dan memenangkan Fahmi-Dida pada Pilkada mendatang,” tuturnya.
Neneng membeberkan, pihaknya sudah mempersipkan strategi khusus untuk mengamankan suaranya termasuk suara dari milenial dan Gen Z yang saat ini menjadi bidikan paslon lainya.
“Untuk mempertahankan suara milenial dan Gen Z mempunyai strategi khusus dengan melakukan konsolidasi dan komunikasi secara intens terlebih kami sudah berpengelaman pada saat Pileg dan Pilpres lalu,” tandasnya. (ris)






