POLITIK

Penjelasan Lengkap Erick Thohir Mengenai Jokowi

×

Penjelasan Lengkap Erick Thohir Mengenai Jokowi

Sebarkan artikel ini
Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir menilai jika capresnya bukanlah ofensif seperti yang diklaim kubu pesaingnya. Jokowi hanya mengklarifikasi terkait banyak tuduhan miring terhadap dirinya. (Derry Ridwansyah/JawaPos.com)

Nah, lanjut Erick, kalaupun survei Median dan Puskaptis itu hendak diakui, jika dihitung rata-rata selisih elektabilitas kedua pasangan calon, masih di angka 15-18 persen. Semuanya dengan kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Sehingga aneh bila disebut Jokowi-Ma’ruf panik. Yang terjadi seharusnya adalah sebaliknya.

“Intinya, kalau dikatakan Jokowi panik karena survei, jawabannya tidak,” kata Erick, yang diketahui sukses menginisiasi penyelenggaraan turnamen sepakbola Piala Presiden itu.

bank BJB

Kedua, soal terminologi ofensif. Erick mengaku bahwa dirinya pernah bicara bahwa Tim Jokowi-KH Ma’ruf sudah saatnya ofensif. Pernyataan dikeluarkan saat rapat koordinasi tim hukum TKN, yang dihadiri Yusril Ihza Mahendra. Konteks ofensif itu adalah pihak Jokowi-Ma’ruf sering dilaporkan ke Bawaslu tanpa data akurat oleh pihak lawan.

“Jadi saya katakan, sudah selayaknya tim hukum kita ofensif melaporkan dengan fakta dan data,” kata pria yang sukses memimpin penyelenggaran Asian Games 2018 di Jakarta itu.

Masalahnya kemudian, pihak lawan langsung memelintir. Ketika tim hukum melakukan pelaporan berdasarkan data dan fakta yang ditindaklanjuti secara serius oleh aparat, langsung diisukan telah terjadi kriminalisasi. “Mereka tak bisa membedakan kriminalisasi dengan penegakan atas fakta hukum. Ini perlu saya tegaskan supaya fair dulu ya,” imbuhnya.

Jokowi sendiri, dalam beberapa hari terakhir, sebenarnya hanya menyampaikan isi hatinya. Bahwa isu yang ada selama ini sebenarnya terbalik-balik. Ketika sebagai petahana Jokowi dituduh melakukan kriminalisasi, yang terjadi sebenarnya adalah Jokowi dizalimi.

Yakni dengan dicap sebagai antek asing, PKI, antek aseng, dan lain-lain. Dan semua penzaliman itu sudah dimulai sejak 2014 dengan terbitnya Obor Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *