BANDUNG— ?Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Bambang Dwi Hartono mengaku saat ini Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang panik, sehingga dia mempertanyakan netralitas aparat keamanan dalam pilkada serentak.
Menanggapi hal itu, ?Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan wajar saja SBY mengeluhkan hal itu. Sebab saat ini sudah terbukti aparat kepolisian tidak netral, dengan dicopotnya Wakapolda Maluku Brigjen Pol Hasanuddin lantaran mendukung Irjen Pol (Purn) Murad Ismail di Pilkada Maluku.
“Apalagi pasca hari ini Wakapolda Maluku telah resmi dibebastugaskan oleh Kapolri karena keterlibatan dan keberpihakannya terhadap Calon Gubernur yang didukung oleh PDIP, Partainya Bambang DH di Pilgub Maluku,” ujar Jansen saat dihubungi, Kamis (21/6).
Padahal pesan SBY supaya aparat keamanan bersikap netral terhadap Pilkada serentak ini. Namun baru berpesan sudah ada pejabat tinggi Polri yang diduga tidak netral di hajatan kepala daerah tersebut. “Bukankah dalam hanya hitungan hari apa yang disampaikan dan diperingatkan Pak SBY. Inilah yang saya maksud Bambang DH menuding orang, dia sendiri yang terpercik,” katanya.
Oleh sebab itu, Partai Demokrat berpesan menjelang pencoblosan Pilkada 2018 ini Polri, BIN dan TNI menjaga netralitasnya, tidak melanggar sumpah jabatan dan mematuhi UU. Sehingga pilkada serentak ini bisa berjalan demokratis, jujur, dan adil.
“Sekali lagi imbauan ini bukan karena kami Partai Demokrat panik, namun agar tidak ada lagi perwira-perwira terbaik TNI Polri yang menjadi korban di Pilkada ini seperti halnya kejadian di Maluku,” ungkapnya.



