Fuad menilai hal inilah yang menjadi titik kesalahan Republik Indonesia saat memulai reformasi.
Sebab kebijakan zaman Orba serta kebijakan warisan para pendiri bangsa dihapus dan diganti atas dasar amarah.
“UUD 45, sekarang itu diamandemen, diubah secara kebablasan hingga menghasilkan kebijakan neoliberal tidak hanya pada ekonomi melainkan juga politik,” pungkasnya.
(jar)



