Dia mengungkapkan, hal terpenting lainnya adalah teknologi penghitungan dan rekapitulasi elektronik atau Sirekap. Dia menyebut, Sirekap akan memudahkan petugas adhoc seperti KPPS di lapangan untuk melakukan penghitungan rekapitulasi.
Dengan demikian, penghitungan dan rekapitulasi bisa berlangsung cepat dan tidak membebani KPPS yang pada Pemilu 2019 banyak terkena musibah.
“Kendala Sirekap selama ini, selain memang perlu optimalisasi aplikasi Sirekap itu sendiri dan persiapan yang matang terkait SDM, fakta di lapangan dukungan jaringan IT itu yang belum memungkinkan di seluruh wilayah Indonesia. Ini masih ada sejumlah wilayah, desa, atau kampung, atau kelurahan yang memang belum ada akses internet,” tandas Raka.






