Mantan Wakil Ketua DPR RI itu menilai diksi dan metafor yang digunakan Menag Yaqut salah kaprah dan tidak terkontrol.
Apalagi, penyampaian Menag Yaqut tersebut bisa menimbulkan anggapan bahwa suara toa masjid sama dengan gonggongan anjing.
“Diksi dan metafornya tak terkontrol, apalagi seolah membandingkan adzan atau pengajian dengan suara gonggongan anjing. Astagfirullah,” tutupnya.






