Menurut Rizki, di balik gagasan proyek-proyek strategis Jokowi adalah pemerataan pembangunan. Termasuk program dana desa yang gagasannya membangun dari pinggiran.
“ Tapi kenyataannya dalam perjalanannya gagasan itu tidak jalan. Atau ada penyimpangan. Lihat saja, isu Rampang sekarang. Itu jelas bukan pemerataan. Pertumbuhan untuk elit dan mengorbankan masyarakat,” cetus Rizki.
“Jadi sebetulnya banyak gagasan Jokowi yang bagus, tapi sayang sekali eksekusinya tidak seperti gagasannya,” sambungnya.
Maka kembali pada isu kelanjutan nasib Tol Bocimi, Rizki menegaskan hal itu harus dilanjutkan, siapapun presidennya kelak.
Kecuali jika ditemukan ada kesalahan dari awal kajiannya, entah dari sisi hukum, sosial, dan ekonomi.
“Jadi Anies pasti harus lanjut. Yang mungkin akan ada pendekatan berbeda,” papar Rizki.
Kesimpulan besar dari analisa Rizki adalah, isu penting yang harus diperhatikan oleh Anies dan bacapres lainnya untuk mengkatrol kepercayaan publik dan elektabilitas adalah pemerataan pembangunan ekonomi. “Sebab, ketimpangan ekonomi sosial politik adalah akar dari semua konflik,” pungkasnya. (izo)






