Sebab, Airlangga dinilai telah membawa Partai Golkar mengalami peningkatan kursi di parlemen. Juga memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
“Pas Pak Airlangga mengundurkan diri dari Ketum, ya saya melihat bahwa politik itu sedemikian keras dan kasar. Saya lebih baik mengundurkan diri, karena saya ingin jadi pekerja sosial yang lembut, dan yang nggak keras-keras,” pungkas Jusuf Hamka.(*)






