UNIVERSITAS NUSA PUTRA

Penanggulangan Stunting di Desa Gunung Karamat Sukabumi: Upaya Kolaboratif KKN Universitas Nusa Putra

×

Penanggulangan Stunting di Desa Gunung Karamat Sukabumi: Upaya Kolaboratif KKN Universitas Nusa Putra

Sebarkan artikel ini
KKN Universitas Nusa Putra

SUKABUMI – Stunting adalah salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian utama di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang akses terhadap pendidikan dan kesehatan masih terbatas. Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis pada anak balita yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan yang tidak sesuai dengan standar anak seusianya.

Di Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, angka stunting tercatat masih cukup tinggi. Berdasarkan data dari Puskesmas yang terjun langsung ke setiap Posyandu di desa tersebut, pada bulan Juli 2024 terdapat 81 anak yang terindikasi mengalami stunting.

Bank bjb Tandamata

Angka ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, termasuk tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Putra yang turut berkontribusi dalam upaya penanggulangan stunting di Desa Gunung Karamat.

Melalui kolaborasi dengan Puskesmas dan para kader Posyandu, tim KKN Universitas Nusa Putra berusaha mencari solusi untuk menurunkan angka stunting dengan memberikan edukasi kepada masyarakat serta menyelenggarakan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesehatan masyarakat, khususnya para ibu hamil dan anak-anak.

Ketua Pelaksana KKN Universitas Nusa Putra Desa Gunung Karamat Akbar Fadillah mengatakan berdasarkan hasil diskusi dengan pihak Puskesmas dan Kepala Kader Posyandu di Desa Gunung Karamat, penyebab utama tingginya angka stunting di desa tersebut adalah kurangnya kesadaran masyarakat, terutama para ibu hamil, tentang pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).

Tablet ini biasanya diberikan secara rutin di Posyandu, namun masih banyak ibu hamil yang enggan mengonsumsinya. Selain itu, kurangnya pemahaman tentang pentingnya asupan gizi yang memadai selama masa kehamilan dan pasca melahirkan juga menjadi faktor signifikan yang memperburuk kondisi kesehatan anak-anak di desa ini.

“Dalam rangka memberikan solusi atas permasalahan tersebut, KKN Universitas Nusa Putra mengambil inisiatif untuk melaksanakan beberapa program, termasuk sosialisasi tentang stunting dan pemberian vitamin bagi anak-anak yang terindikasi stunting,” terang mahasiswa program studi hukum di Universitas Nusa Putra ini.

Untuk itu, Akbar melanjutkan sosialisasi stunting di Posyandu Dahlia dan Cipanas sebagai langkah awal penanggulangan stunting, tim KKN Universitas Nusa Putra menggelar sosialisasi kepada ibu-ibu di Posyandu Dahlia, Dusun Cijapar, dan Posyandu Cipanas pada tanggal 9 dan 10 Juli 2024. Kegiatan sosialisasi ini melibatkan bidan desa dan kader Posyandu, serta disambut baik oleh masyarakat setempat.

Tema sosialisasi kali ini adalah “Pentingnya Asupan Mikro Nutrien untuk Tubuh Ibu dan Anak.” Asupan nutrisi, baik makro maupun mikro, merupakan kunci utama dalam pencegahan stunting. Para ibu diberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga asupan nutrisi sejak masa kehamilan hingga pasca melahirkan untuk memastikan pertumbuhan anak yang optimal. Bidan desa juga menekankan bahwa peran ibu dalam menjaga asupan nutrisi sangat krusial dalam menurunkan risiko stunting.

Selain itu, sosialisasi ini juga menjadi sarana menjalin silaturahmi antara tim KKN Universitas Nusa Putra dengan masyarakat Desa Gunung Karamat, khususnya para ibu yang rutin datang ke posyandu. Edukasi seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan bagi ibu hamil dan anak-anak.

“Selain itu, kami juga melanjutkan kegiatan sosialisasi dengan sasaran para pelajar yang dilaksanakan di SMP Islam Nurul Karomah
yang dilaksanakan pada 15 Juli 2024. Kegiatan ini difokuskan pada edukasi pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai langkah awal pencegahan stunting. TTD sangat penting untuk mencegah anemia, yang merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko stunting pada anak,” imbuhnya.

Sosialisasi ini tidak hanya ditujukan kepada ibu hamil, tetapi juga calon ibu, yaitu para remaja putri yang berisiko mengalami anemia. Dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri untuk kehamilan sejak dini, diharapkan angka stunting di masa mendatang dapat ditekan.

Selain edukasi tentang TTD, tim KKN juga memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS, sebagai bagian dari upaya pencegahan kenakalan remaja. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya narkoba dan penyakit menular yang dapat mempengaruhi kesehatan generasi muda.