SUKABUMI – Dalam menghadapi tantangan global krisis iklim, upaya pelestarian lingkungan menjadi semakin mendesak. Salah satu inisiatif yang patut diapresiasi datang dari Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Putra yang bekerja sama dengan warga Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, untuk melakukan program penanaman pohon bertajuk “Gerakan Satu Warga Satu Pohon.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 29 Juli 2024, di kawasan Ciwaru, Desa Cikahuripan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di tengah ancaman krisis iklim yang semakin nyata.
Krisis iklim tidak hanya membawa perubahan cuaca ekstrem, tetapi juga mempengaruhi ekosistem dan kehidupan manusia. Oleh karena itu, tindakan nyata diperlukan untuk mengurangi dampak negatifnya, salah satunya melalui penanaman pohon yang dapat menyerap karbon dioksida dan menyediakan oksigen.
Gerakan “Satu Warga Satu Pohon” melibatkan partisipasi aktif warga setempat dalam menanam pohon di sekitar desa mereka. Dengan semangat kebersamaan, masyarakat dan mahasiswa bahu-membahu menanam berbagai jenis pohon, termasuk pohon buah-buahan dan pohon kayu yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Penanaman pohon ini diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang bagi lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga desa di masa mendatang.
Ketua Kelompok KKN Desa Cikahuripan, Muhamad Rizal Alamsyah, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini tidak hanya untuk mengatasi krisis iklim, tetapi juga untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat setempat.
“Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang kuat, program ini dapat menjadi tonggak awal dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membawa perubahan positif bagi Desa Cikahuripan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muhamad Rizal menambahkan bahwa penanaman pohon ini merupakan simbol komitmen bersama antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kolaborasi ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mewujudkan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.
Mahasiswa KKN Universitas Nusa Putra berharap kegiatan ini dapat menginspirasi komunitas lain untuk melakukan hal serupa di wilayah mereka masing-masing.
Partisipasi masyarakat dalam program ini menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. Banyak warga yang antusias dan mendukung penuh kegiatan ini, mengingat manfaat jangka panjang yang dapat dirasakan oleh generasi mendatang. Salah satu warga, Siti (45), mengungkapkan rasa bangganya bisa terlibat dalam gerakan ini.
“Saya berharap pohon yang kami tanam hari ini akan memberikan manfaat bagi anak cucu kita nanti, dan semoga Desa Cikahuripan menjadi lebih sejuk dan hijau,” katanya dengan penuh harap.
Program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi ekosistem lokal. Dengan bertambahnya jumlah pohon, diharapkan terjadi peningkatan kualitas udara, pengurangan risiko tanah longsor, serta penyediaan habitat bagi satwa liar.
Selain itu, pohon yang ditanam di sekitar desa juga berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga, terutama pohon buah-buahan yang dapat dipanen dan dijual di pasar.
Di akhir kegiatan, para mahasiswa KKN mengajak semua pihak untuk terus berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Mereka berkomitmen untuk menjadi agen perubahan positif, dengan harapan bahwa upaya kecil ini dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Cikahuripan.
Kegiatan penanaman pohon ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghasilkan inisiatif yang bermanfaat tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi kesejahteraan sosial dan ekonomi. Dengan semangat gotong royong, Desa Cikahuripan menunjukkan bahwa setiap langkah kecil yang diambil hari ini dapat membawa perubahan besar bagi masa depan.(wdy)






